Ia berharap, Komnas HAM ikut mendorong keterbukaan rekaman tersebut agar keluarga dan publik tak lagi bertanya-tanya terkait kronologi yang sebenarnya. Terlebih, saat ini ada dua versi cerita di balik kecelakaan yang menimpa Iko, yakni versi Aziz dan Ficky serta versi Ilham.
“Kalau sudah dapat rekaman CCTV bisa dibukanya ke publik supaya kami juga enggak bertanya-tanya. Kalau misalnya belum dapat ya minta,” lanjutnya.
Selain rekaman CCTV dari Polda, Naufal menyebut sudah ada rekaman lain yang mereka kantongi, di antaranya dari RSUP Dr. Kariadi dan Dinas Perhubungan di Jalan Pahlawan. Namun, rekaman dari Dinas Perhubungan disebut tidak mengarah ke lokasi jatuhnya Iko dan Ilham.
“Pertama kami ditunjukkan rekaman CCTV dari Karyadi. Yang kedua kami juga sudah mendapatkan rekaman CCTV dari Dishub di Jalan Pahlawan, tapi tidak mengarah ke sini. Nah, kami sedang mempelajari rekaman CCTV itu,” ujarnya.
Pihak Iko masih tunda laporan resmi, masih siapkan keterangan saksi agar kuat dan solid
Lebih lanjut, Naufal menyebut sejumlah saksi masih membutuhkan asesmen psikologis sebelum memberikan keterangan resmi.
“Untuk menempuh laporan itu kami betul-betul menyiapkan saksi yang kuat dan solid dulu untuk menyampaikan keterangan,” katanya.
Naufal juga mengungkap adanya keterangan baru dari Ilham, rekan Iko yang selamat dalam kecelakaan. Ia menduga peristiwa itu bukan murni kecelakaan tunggal.
“Dipukuli kami belum sampai situ, tapi yang jelas penyebab kecelakaan kami menduga bukan kecelakaan murni. Karena kesaksian Ilham, kami pastikan berulang kali, ‘kamu nabrak tidak, kamu ditabrak tidak?’ Jawabnya, ‘saya jatuh dilempar kok, Mas.’ Itu keterangan dari Ilham,” pungkas Naufal. (*)
Editor: Farah Nazila





