Ekbis

Kue Kering Rumahan di Semarang Jadi Primadona Jelang Lebaran, Pesanan Meningkat 2 Kali Lipat!

×

Kue Kering Rumahan di Semarang Jadi Primadona Jelang Lebaran, Pesanan Meningkat 2 Kali Lipat!

Sebarkan artikel ini
Chocky Cookies
Pemilik Chocky Cookies, Etty, saat sedang memproduksi kue kering untuk Lebaran, Senin, 1 April 2024. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Hari Raya Idul Fitri tinggal menghitung hari lagi. Di tengah banyaknya jajanan kekinian di pasaran, kue kering tetap menjadi favorit para umat Muslim dalam menyambut lebaran.

Penjualan kue kering untuk kebutuhan lebaran pun mulai mengalami peningkatan. Tak terkecuali bagi para Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) kue kering rumahan di Kota Semarang.

Memasuki H-9 lebaran, mereka mengaku mulai mengalami kebanjiran pesanan. Mereka bahkan menambah tenaga karyawan demi memenuhi tingginya permintaan.

“Tahun ini mulai H-7 Ramadhan sudah ada yang pesen. Nanti puncaknya H-7 Lebaran,” ungkap Elisa Gultom, pemilik Chocky Cookies, Senin, 1 April 2024.

Ia sendiri tak menargetkan omzet khusus untuk lebaran tahun ini. Hanya saja, berkaca pada lebaran tahun lalu, toko Elisa mampu meraih omzet hingga Rp20 juta selama Ramadhan dan lebaran.

BACA JUGA: Dari Hobi Jadi Rezeki, Etty Sukses Usaha Kue Kering Rumahan Berbekal Kertas Usang

Sedangkan sejauh ini, lanjut Elisa, antusias pembeli terpantau masih sama seperti tahun kemarin. Kebanyakan pembeli pun berasal dari pembeli yang melakukan repeat order.

“Sejauh ini udah menghabiskan 80 kardus toples, 1 kardusnya isi 12 toples, lebih dari 800 toples,” sambungnya.

Melihat tingginya antusias pembeli, Elisa mengaku tak pernah membatasi pesanan selama lebaran. Termasuk tahun ini.

Bahkan, hingga hari H lebaran nanti, ia berencana untuk tetap melayani pembeli. Namun, ia hanya akan menjual stok sisa kue kering yang belum terjual.

Manfaat reseller dalam peningkatan penjualan

Lebih lanjut, Elisa sendiri masih memanfaatkan media sosial Instagram sebagai tempat promosi utama. Namun di sisi lain, mereka juga memiliki reseller resmi.

Elisa pun mengakui, pesanan kue kering semakin meningkat tiap harinya lantaran peran reseller tersebut. Dengan kata lain, reseller ini membantu memasarkan produk Chocky Cookies.

Hanya saja, Elisa melarang reseller untuk mengganti merek kue kering Chocky Cookies.

“Reseller itu mereka punya Instagram sendiri juga, yang 8 reseller aktif di Semarang, tapi pakai merek kita, karena kita punya khas sendiri,” katanya.

BACA JUGA: 3 Rekomendasi Kue Kering untuk Camilan di Rumah, Lengkap dengan Resepnya

Sementara Chocky Cookies memiliki 9 varian kue kering. Ada nastar, kastengel, kue kacang, thumbprint, sagu keju, chocochips, dan masih banyak lagi. Sejauh ini, kue kering nastar dan kastangel menjadi favorit pembeli.

Harganya pun beragam, mulai dari Rp 35 ribu sampai Rp 70 ribu. Selain itu, Chocky Cookies juga menyiapkam paket hampers mulai dari Rp 160 ribu saja. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp