Gaya Hidup

kumpulan Cerita Korban Kecelakaan Kereta Api di Bekasi, Penumpang Bertumpukan Saling Tindih

×

kumpulan Cerita Korban Kecelakaan Kereta Api di Bekasi, Penumpang Bertumpukan Saling Tindih

Sebarkan artikel ini
rel kereta api
Ilustrasi rel kereta api. (Pexels/Pixabay)

SEMARANG, beritajateng.tv – Sebuah tragedi yang cukup dahsyat dan langka terjadi tabrakan kereta api di Bekasi tepatnya Stasiun Bekasi Timur.

Banyak korban berjatuhan bahkan meninggal dunia, dan mayoritas para korban tersebut adalah kalangan wanita.

Berikut ini beberapa rangkuman cerita korban yang berhasil selamat dari kecelakaan maut tersebut.

BACA JUGA: Diduga Pemicu Tabrakan KRL vs KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Siapa Pemilik Taksi Green SM?

Kecelakaan Kereta Api Bekasi

Salah satu korban bernama Sausan yang kini sedang mendapatkan perawaran di RSUD Bekasi mengatakan bahwa tubuhnya terpental hingga ke atas.

Saat itu ia tengah posisi duduk sembari memainkan ponsel, lalu seketika bunyi brak dan tubuhnya sudah berada di atas yakni tempat barang-barang para penumpang.

Ia juga mengatakan bahwasanya tubuhnya yang terpental seketika ternyata tidak sendiri, ada banyak penumpang lainnya yang ikut terpental.

Hingga akhirnya di dalam gerbong kereta tersebut mereka bertumpukan saling tindih satu sama lain.

Yuli selaku kerabat dari Sausan mengatakan bahwasanya Yuli sendiri sempat mengalami cedera yang cukup parah sampai tak merasakan sensasi tangan satunya.

Setelah tim berhasil mengevakuasi, ternyata tangan Sausan patah bahkan mengalami sobekan yang cukup serius. Usai mengabari keluarga terkait kecelakaan yang ia alami, pihak keluarga sempat mengiranya hoax tidak percaya.

Kisah pilu korban lainnya juga terjadi pada seorang lansia bernama Nuryati. Saat itu, ia bersama anak dan cucunya melakukan perjalanan untuk mengunjungi anaknya yang berada di Cikarang.

Saat tabrakan berlangsung, kereta tentunya berubah menjadi suasana yang begitu mencekam. Tidak ada cahaya dan semua orang panik berdesak desakan ingin keluar.

BACA JUGA: Begini Kronologi Tabrakan Dua Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur, Korban Ada yang Tewas

Usia Nuryati yang kurang lebih 63 tahun tentu membuat proses evakuasi menjadi cukup sulit. Beruntungnya, anak dan cucunya berhasil evakuasi lebih dulu lewat jendela.

Pada saat kejadian berlangsung, ia sempat bertanya “ini ada apa?” namun setelah itu hilang kesadaran. Dan selang beberapa waktu kemudian, ia sudah dinyatakan meninggal dunia.

Meski anak dan cucunya selamat dalam kecelakaan tragis tersebut, tentu ini menjadi trauma besar bagi mereka dan semua orang dalam sepanjang sejarah. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp