Gaya Hidup

Kumpulan Fakta Menarik Film Animasi Kemerdekaan One For All, Habiskan Biaya Produksi Hingga Rp6,7 Miliar

×

Kumpulan Fakta Menarik Film Animasi Kemerdekaan One For All, Habiskan Biaya Produksi Hingga Rp6,7 Miliar

Sebarkan artikel ini
Poster film animasi Merah Putih One For All
Poster film animasi Merah Putih One For All (sumber: [email protected])

SEMARANG, beritajateng.tv – Masih di bulan Agustus nuansa HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia kini tak kunjung usai. Bahkan sejumlah film bertemakan Kemerdekaan akhirnya ikut ramai, salah satunya One For All.

Sebuah film animasi yang cukup ramai dengan mengusung semangat nasionalisme dan budaya yang beragam. Film tersebut berhasil trending di berbagai media sosial dan mencuri banyak perhatian warganet.

Berikut ini beritajateng.tv akan bagikan informasi terkait sejumlah fakta menarik seputar film tersebut. Baca artikel ini sampai tuntas supaya kamu nggak ketinggalan.

BACA JUGA: Kartun Jadi Alarm Sosial, Kartunis Koesnan Hoesi Ungkap Pesan Tersirat di Pameran “Merdeka atau Mati Kutu”

Fakta Menarik Film Kemerdekan One For All

Pesan Moral yang Cukup Kuat

Film ini mengisahkan delapan anak dengan latar belakang budaya berbeda di Indonesia, mulai dari Papua hingga Tionghoa, yang bersatu untuk menyelamatkan bendera pusaka menjelang upacara kemerdekaan.

Latar cerita berada di sebuah desa fiktif, dengan penuh petualangan seru yang membawa mereka melewati hutan, sungai, hingga menghadapi konflik emosional.

Meski misinya tampak sederhana, tujuan mereka sangat berarti: mengibarkan Merah Putih pada 17 Agustus.

Nilai moral yang hadir begitu sangat kuat, yakni bahwa keberagaman adalah kekuatan, dan rasa cinta tanah air dapat tumbuh lewat kebersamaan serta pengorbanan bersama.

Penggarapan yang Cukup Singkat

Produser film, Toto Soegriwo, mengungkapkan bahwa proses produksi seluruhnya rampung dalam waktu kurang dari satu bulan.

Langkah tersebut bertujuan agar penayangan film bisa bertepatan dengan perayaan kemerdekaan RI tahun ini.

Namun, keputusan serba cepat itu malah menimbulkan kontroversi.

Banyak yang meragukan bagaimana sebuah proyek animasi bernilai miliaran rupiah dapat selesai dalam waktu sesingkat itu, terlebih dengan tingginya harapan penonton Indonesia saat ini.

Besarnya Nominal Biaya Produksi

Salah satu hal yang paling mencuri perhatian adalah besarnya biaya produksi film ini yang mencapai Rp 6,7 miliar jumlah yang tergolong tinggi untuk sebuah animasi lokal.

Meski begitu, muncul polemik karena kualitas visual dalam trailer dianggap tidak sepadan dengan dana yang terkuras.

BACA JUGA: Labinak: Mereka Ada di Sini, Film Horor Indonesia tentang Sekte Kanibalisme dan Kritik Sosial

Bahkan, sejumlah warganet menilai hasil animasinya lebih menyerupai tugas akhir mahasiswa daripada karya untuk layar lebar.

Situs Resmi Sulit Diakses

Film ini garapan Perfiki Kreasindo, sebuah studio yang berada di bawah Yayasan Pusat Perfilman H. Usmar Ismail.

Namun, banyak warganet mengaku kesulitan menemukan informasi lebih detail mengenai rumah produksi tersebut. Situs resminya bahkan tidak dapat terakses dan hanya menampilkan pesan error “403 Forbidden”.

Kurangnya informasi resmi ini kemudian menimbulkan dugaan bahwa proyek tersebut belum benar-benar siap dirilis secara luas, atau mungkin masih terkendala infrastruktur digital yang belum memadai. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp