Sayangnya, Koptu Suyoko yang berusaha menengahi malah menjadi sasaran amuk dari warga yang sudah dalam kondisi mabuk.
“Dianiaya saat bertugas mengamankan acara pernikahan dengan hiburan musik solo organ,” jelas Dedy.
BACA JUGA: Ada 18 Adegan Rekonstruksi Pengeroyokan Pemuda di Blora Hingga Sekarat
Menurut keterangan yang Dedy terima, situasi memanas ketika acara solo organ hampir berakhir sekitar pukul 22.00 WIB. Koptu Suyoko berupaya menenangkan biang kerok untuk meredam konflik.
Dalam video viral tersebut, Koptu Suyoko yang mengenakan seragam dinas loreng terlihat terjatuh di tengah kerusuhan. Ia pun menjadi sasaran pukulan serta tendangan dari sejumlah pria.
“Koptu Suyoko jatuh dan beberapa warga menyerang. Kami segera mengamankan beberapa pelaku yang semuanya merupakan warga Desa Ngembak,” tandas Dedy. (*)





