Jateng

Latihan Bersama Tentara Indonesia dan Australia di Semarang Usai, Tahun 2027 ke Darwin

×

Latihan Bersama Tentara Indonesia dan Australia di Semarang Usai, Tahun 2027 ke Darwin

Sebarkan artikel ini
Penutupan Latma Wirra Jaya Ausindo 2026 di Kota Semarang, Jumat, 9 Oktober 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)
Penutupan Latma Wirra Jaya Ausindo 2026 di Kota Semarang, Jumat, 9 Oktober 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

Menurut dia, salah satu tantangan selama latihan berlangsung yakni kondisi cuaca yang panas dan lahan yang kering pada musim kemarau.

BACA JUGA: Target 10 Emas Porprov Jateng 2026, Kempo Kota Semarang Genjot Latihan 20 Atlet Pilihan

Kondisi tersebut menjadi perhatian, terutama ketika prajurit menjalani latihan menembak yang berpotensi memicu kebakaran.

“Kondisi lahan kering. Kami juga melaksanakan latihan menembak sehingga harus berhati-hati. Jangan sampai kegiatan menembak justru menimbulkan percikan yang menyebabkan kebakaran,” kata Mahmud.

Karena itu, dia berucap, antisipasi terhadap potensi kebakaran menjadi salah satu hal yang diperhatikan selama pelaksanaan latihan.

Uji Kemampuan Prajurit Lewat Simulasi Tempur

Army Attache Australia, Kolonel David Gandy, mengatakan, rangkaian latihan ditutup dengan culminating activity. Artinya, kegiatan puncak untuk memperlihatkan hasil pelatihan dan tingkat interoperabilitas. Atau juga kemampuan bekerja sama yang telah dicapai prajurit kedua negara.

Dalam simulasi tersebut, pasukan gabungan yang terdiri atas personel TNI AD dan Australia menjalankan patroli untuk mendeteksi posisi musuh menggunakan drone.

BACA JUGA: Nala Indonesian Tea, Teh Artisan Asal Batang yang Tembus Pasar Australia hingga Eropa

Setelah lokasi tim ketahui, mereka melakukan tembakan langsung untuk menekan pergerakan lawan. Ini terjadi sebelum bergerak mendekati dan membersihkan posisi musuh.

Simulasi juga menguji kemampuan bela diri ketika prajurit menghadapi situasi saat senjata tidak dapat mereka gunakan. Rangkaian latihan kemudian berlanjut dengan skenario dua personel terluka yang harus tim evakuasi menggunakan helikopter.

David menilai kegiatan tersebut memperlihatkan kemampuan prajurit Indonesia dan Australia dalam menjalankan taktik secara terpadu.

“Menurut saya, kegiatan yang terakhir ini memperlihatkan bagaimana Australia bersama TNI bisa membersihkan rumah-rumah dan posisi musuh secara sangat efektif dan lancar. Tidak ada perbedaan berarti antara satuan Indonesia dan Australia,” katanya.

BACA JUGA: Emil Audero, Tinggalkan Klub Taipan Indonesia, Relakan Liga Champions