“Kalau ditunggu sampai sakit, biayanya akan lebih mahal dan kualitas hidup juga bisa menurun. Tahun ini setelah dicek, kalau tidak sehat harus diobati, dan obatnya juga gratis,” tegasnya.
Program pemeriksaan kesehatan terintegrasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat budaya keselamatan dan kesehatan kerja di Kota Semarang.
Selain mencegah penyakit sejak dini, layanan ini juga membantu perusahaan menjaga produktivitas karyawan secara berkelanjutan.
Momentum Bulan K3 di manfaatkan Pemkot Semarang untuk mengingatkan dunia usaha bahwa perlindungan pekerja tidak hanya soal keselamatan kerja, tetapi juga kesehatan fisik dan mental.
Dengan sistem digital Satu Sehat, data kesehatan pekerja tercatat lebih akurat, transparan, dan mudah dipantau.
Ke depan, Pemkot Semarang berharap lebih banyak perusahaan terlibat aktif dalam program serupa. Pemeriksaan kesehatan rutin dan terintegrasi di nilai menjadi investasi jangka panjang bagi kesejahteraan pekerja sekaligus daya saing dunia usaha. (*)
Editor: Elly Amaliyah





