Jateng

FOTO: Bus Listrik Trans Semarang, Metamorfosis Si ‘Cumi-cumi Darat’

×

FOTO: Bus Listrik Trans Semarang, Metamorfosis Si ‘Cumi-cumi Darat’

Sebarkan artikel ini
Pengemudi armada Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang membawa kendaraan umum bertenaga listrik yang melintas di Bundaran Tugumuda, Kota Semarang, Rabu sore, 4 November 2926. Pemerintah Kota Semarang telah menambah 27 bus listrik untuk rute Penggaron – Mangkang tersebut sejak Rabu, 23 September 2026. Kehadirannya menjadi metamorfosis dari 284 unit armada lama yang berbahan bakar minyak (BBM). Sebagian armada mengeluarkan emisi asap hitam tebal, sehingga mendapat julukan 'cumi-cumi darat' oleh masyarakat Kota Semarang. (Diaz  A Abidin/beritajateng.tv)
Pengemudi armada Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang membawa kendaraan umum bertenaga listrik yang melintas di Bundaran Tugumuda, Kota Semarang, Rabu sore, 4 November 2926. Pemerintah Kota Semarang telah menambah 27 bus listrik untuk rute Penggaron – Mangkang tersebut sejak Rabu, 23 September 2026. Kehadirannya menjadi metamorfosis dari 284 unit armada lama yang berbahan bakar minyak (BBM). Sebagian armada mengeluarkan emisi asap hitam tebal, sehingga mendapat julukan 'cumi-cumi darat' oleh masyarakat Kota Semarang. (Diaz  A Abidin/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang meluncurkan sebanyak 27 unit bus listrik Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang.

Secara seremonial, peluncuran bus listrik tersebut dalam rangkaian peringatan Hari Perhubungan Nasional 2026, di Balaikota Semarang, Rabu, 23 September 2026.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, mengatakan, kehadiran elektrifikasi angkutan umum tersebut  menjadi bagian dari target peremajaan 132 unit pada tahun ini.

Untuk saat ini Pemkot Semarang, mengelola armada BRT Trans Semarang dengan total 284 unit pada 2026.

”Tujuannya mewujudkan layanan transportasi publik yang modern, inklusif, dan ramah lingkungan,” kata dia.

BACA JUGA: Truk Listrik Tiga Kali Lebih Mahal, Aptrindo Minta Insentif Pemerintah

Agustina mengatakan, bus listrik tersebut juga memiliki tingkat kebisingan operasional yang lebih rendah. Ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mrngakses kendaraan listrik dalam layanan transportasi publik.

“Kami berharap transformasi ini memberikan pilihan mobilitas yang lebih baik bagi masyarakat. Sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih sehat dan berkelanjutan,” katanya.

Minta Masyarakat Laporkan Bus ’Cumi-cumi Darat’

Lebih lanjut, Agustina mengatakan, selain penambahan armada bus listrik tersebut, ada upaya peremajaan armada lain.

Tujuannya mengurangi emisi dari asap knalpot yang dihasilkan. Di mana selama ini sebagian bus yang masih mengeluarkan asap hitam, dikenal dengan julukan ’cumi-cumi darat’ oleh masyarakat.

Agustina juga mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan keberadaan BRT Trans Semarang yang masih mengeluarkan asap hitam tebal.

BACA JUGA: 61 Bus Baru Trans Semarang Sudah Mengaspal, Bus Listrik Beroperasi Agustus 2026

Langkah ini, kata dia, akan bisa dengan tindak lanjut dalam proses penggantian armada.

“Kalau menghilangkan (armada) sekaligus mungkin terlalu ekstrem. Tapi kita kurangi secara bertahap, satu per satu bus beremisi diganti baru, sampai nantinya seluruh armada bersih total,” katanya.

Spesifikasi Bus Listrik Baru

Sebegai informasi, bus listrik “low deck” yang Pemkot Semarang operasionalkan memiliki panjang 12 meter. Rutenya, untuk Koridor I rute Terminal Mangkang – Terminal Penggaron.