BANJARNEGARA, beritajateng.tv — Melalui program Revolusi Lahan atau Revola Jateng Optimis, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menghidupkan sejumlah lahan tidur yang sudah bertahun-tahun menjadi kembali produktif.
Hal itu sebagaimana berlangsung di Desa Susukan, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara. Lahan tersebut ditinjau dan diresmikan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi pada Senin, 10 Agustus 2026.
Program tersebut tak sekadar menghidupkan kembali lahan tidur belasan tahun, tetapi juga menghidupkan harapan baru ekonomi masyarakat dan masa depan pertanian.
Dalam kesempatan itu, Luthfi berharap, program Revola Jateng Optimis dapat direplikasi di 35 kabupaten/kota. Sebab, ia yakin masih banyak lahan tidur di daerah-daerah yang bisa dioptimalkan guna mendukung ketahanan pangan dan swasembada pangan di Jawa Tengah.
“Saya pengen seluruh kabupaten/kota harus punya Revola, karena saya yakin di seluruh kabupaten/kota masih banyak lahan kita yang tidur nyenyak. Lahan tidur yang tidak pernah di garap,” katanya.
BACA JUGA: Tak Bisa Anggarkan Setahun, Pemprov Jateng Cicil Dana Cadangan Pilgub 2029 Rp400 M per Tahun, Total Rp1,2 T
Ia menjelaskan, program tersebut intinya untuk membangunkan lahan tidur untuk kemudian tergarap secara terus-menerus oleh masyarakat bekerja sama dengan banyak stakeholder terkait.
Revola Jateng juga menggunakan konsep integrated smart farming, di mana di areal seluas 10 hektare tersebut tertanami komoditas tanaman kopi dan buah alpukat untuk menahan erosi. Kemudian ada tanaman holtikultura, padi, perikanan, peternakan ayam dan kambing, serta memanfaatkan teknologi untuk smart farming yang petani milenial kendalikan.
“Semua tersambung, campur baur, sehingga ujungnya masyarakat sejahtera, masyarakat tidak menganggur, serta lahannya terpakai,” katanya.
Dengan kolaborasi berbagai pihak, lanjut Luthfi, perekonomian masyarakat perlahan akan hidup dan terangkat. Hal ini juga menjadi salah satu role model yang akan di gunakan untuk pengentasan kemiskinan.
Kepala Desa Susukan, Hasyim Abdullah, mengatakan masyarakat sangat antusias dengan program Revola Jateng Optimis yang Pemprov Jateng lakukan. Sebab, program itu membuka lahan tidur menjadi lahan produktif.





