Di sektor perhotelan, tingkat hunian kamar atau okupansi juga menunjukkan tren positif. Puncaknya terjadi pada hari kedua Lebaran dengan angka mencapai 95,53 persen, menjadikan Semarang unggul di bandingkan kota-kota lain di Jawa Tengah.
Menurut Iin, sapaannya, tingginya okupansi hotel tidak lepas dari posisi strategis Kota Semarang sebagai kota transit di tengah Pulau Jawa.
“Letak Semarang yang strategis membuat banyak wisatawan memilih untuk singgah atau menginap. Ini yang turut mendorong tingginya okupansi hotel,” ungkapnya.
Meski demikian, pihaknya mencatat sejumlah hal yang perlu menjadi evaluasi ke depan. Salah satunya terkait ketersediaan lahan parkir di destinasi wisata yang masih terbatas saat lonjakan pengunjung terjadi.
“Yang perlu kita perhatikan ke depan adalah fasilitas parkir. Saat kunjungan membludak, kapasitas parkir masih kurang sehingga perlu penataan lebih baik,” tambahnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





