“Saya selalu menanamkan kepada mereka bahwa mereka lahir, hidup, tumbuh, dan berpendidikan di tanah Jawa. Lalu apa yang bisa mereka berikan kepada tanah leluhur,” ungkapnya.
Menurutnya, anak-anak tidak boleh kehilangan identitas budayanya. Dengan memahami akar budaya sendiri, harapannya, mereka mampu menjadi generasi penerus dan pemimpin yang tetap berpegang pada nilai-nilai Nusantara.
BACA JUGA: Ratusan Pelajar Serbu Turnamen E-Sport Kapolres Cup 2026 di Blora, Polisi Ajak Gen Z Jauhi Kenakalan Remaja
Selain seni ketoprak, Sanggar Budaya Condrowinoto juga membuka kelas tari Jawa, karawitan, pedalangan, serta budi pekerti Jawa yang wajib diikuti seluruh murid.
“Anak-anak tidak hanya belajar menari, bermain gamelan atau mendalang, tetapi juga harus memiliki budi pekerti Jawa sebagai bagian dari jati dirinya. Pagelaran ketoprak ini menjadi implementasi dari seluruh proses pembelajaran yang mereka jalani di sanggar,” tandasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





