Lokasinya Strategis dan Alamnya Indah, Kecamatan Tengaran Kaya Potensi Wisata

Para narasumber Sosialisasi Non Perda "Mengoptimalkan Potensi Wisata Kecamatan Tengaran" yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. (wahyu robert/beritajateng.tv)

SEMARANG, 1/11 (beritajateng.tv) – Para pengelola desa wisata diajak untuk membuat desain besar pengembangan. Tujuannya agar bisa lebih atraktif menarik calon wisatawan. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) bisa bekerjasama untuk membuat paket-paket wisata bagi wisatawan.

Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto mengatakan, ada banyak potensi yang bisa dikembangkan di desa. Menurutnya, sebuah desa tak harus memiliki destinasi wisata untuk menjadi desa wisata. Potensi tersebut bisa datang dari kearifan lokal, kuliner, sejarah desa, hingga keseharian masyarakat.

“Apa yang menurut orang desa sudah biasa, bagi orang lain atau wisatawan bisa menjadi sesuatu yang luar biasa dan memberikan pengalaman tersendiri,” kata Bambang yang hadir secara virtual dalam Sosialisasi Non Perda “Mengoptimalkan Potensi Wisata Kecamatan Tengaran” yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Sabtu (29/10/2022).

Dia menambahkan, wilayah Kecamatan Tengaran dikaruniai lahan yang cukup subur serta bentang alam yang indah. Beberapa destinasi wisata di Tengaran juga banyak didatangi wisatawan seperti Embung Senjoyo, Candi Klero, hingga Pacuan Kuda Tegalwaton.

Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto hadir virtual dalam Sosialisasi Non Perda “Mengoptimalkan Potensi Wisata Kecamatan Tengaran” yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. (wahyu robert/beritajateng.tv)

“Kabupaten Semarang punya banyak potensi, ditambah tol yang bisa menghubungkan wilayah dengan daerah lain. Kita harus bisa maksimalkan dengan membuat jejaring, jadi kita ajak wisatawan untuk berkeliling,” paparnya dalam acara yang dimoderatori Ricky Fitriyanto tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang Heru Subroto menjelaskan pengembangan desa wisata merupakan salah satu bentuk percepatan pembangunan desa secara terpadu untuk mendorong transformasi sosial, budaya untuk ekonomi desa. Adapun daya tarik desa wisata bisa dari banyak hal. Mulai homestay, wisata alam dan buatan yang mendukung, wisata sejarah dan budaya, souvenir, wisata edukatif ekraf, wisata budaya dan edukasi, wisata religi, serta wisata minat khusus.

Dikatakannya, ada beberapa strategi untuk mengoptimalkan pariwisata. Diantaranya promosi lewat media sosial agar efektif dan jangkauannya lebih luas. “Banyak contoh wisata yang dulu tak terkenal, setelah diviralkan di medsos menjadi ramai,” ungkapnya.

Selain itu, kunjungan wisata harus mampu memberikan pengalaman baru bagi wisatawan. Jika kesan tersebut dirasakan wisatawan, mereka akan mempromosikan ke media sosial dan dari mulut ke mulut.

Pengembangan pariwisata juga membutuhkan kolaborasi penthahelix yaitu pemerintah, komunitas/masyarakat, akademisi, swasta/pelaku usaha, serta media massa.

Sekretaris Kecamatan Tengaran Sri Sulistyorini mengatakan, wilayah Tengaran berbatasan langsung dengan Kota Salatiga dan Kabupaten Boyolali sehingga cukup strategis. Wilayah Kecamatan Tengaran juga dikaruniai bentang alam dengan kondisi kemiringan yang beragam, iklim sejuk, serta jenis tanah subur yang mendukung sektor pertanian dengan beragam jenis tanaman.

“Tengaran juga punya potensi besar karena dilalui Jalan Raya Semarang-Solo, serta jalan tol sebagai pendukung laju pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Destinasi wisata di Tengaran juga cukup banyak. Diantaranya ada Kawasan Senjoyo yang dikenal dengan wisata airnya. Selain itu ada Candi Klero, pacuan kuda Tegalwaton, wisata rafting di Sungai Serang Desa Duren, Sirkuit Alam Indah Desa Regunung, serta agrowisata Surojembangan Patemon.

“Pengembangan wisata di Tengaran selama ini dilakukan dengan menggali dan mengoptimalkan potensi yang ada, menyinergikan antar desa, menggarap pendukung pariwisata, serta promosi,” katanya. (adv)

editor: ricky fitriyanto

Leave a Reply