Jateng

Kandang Peternakan Semarang Ludes Terbakar, 55 Ribu Ayam Mati Terpanggang

×

Kandang Peternakan Semarang Ludes Terbakar, 55 Ribu Ayam Mati Terpanggang

Sebarkan artikel ini
kebakaran kandang ayam semarang
Sebuah kandang peternakan ayam di lingkungan Dusun Jlegong, Desa Ngadikerso, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang terbakar hebat pada Kamis, 3 Juli 2025 dini hari. (Bowo Pribadi /beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Sebuah kandang peternakan ayam di lingkungan Dusun Jlegong, Desa Ngadikerso, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang terbakar hebat pada Kamis, 3 Juli 2025 dini hari.

Akibatnya, seluruh bangunan kandang berikut 55 ribu ekor ayam yang ada di dalamnya ludes terbakar.

Kasi Damkar, Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang, Hisyam Alwi mengatakan, bangunan kandang ayam yang terbakar berukuran 12 x 90 meter dan berlantai tiga.

BACA JUGA: Kebakaran Kandang Ayam di Wonosobo, 5.000 Ekor Ayam Terpanggang, Ini Kronologinya

Petugas damkar menerima laporan kebakaran kandang peternakan ayam ini dari Kepala Desa (Kades) Ngadikerso, pada Kamis, sekitar pukul 01.34 WIB.

“Saat petugas kami tiba di lokasi, api sudah membesar dan hampir seluruh bangunan kandang sudah terbakar,” jelas Hisyam, saat beritajateng.tv konfirmasi melalui pesan WA.

Penyebab kebakaran kandang ayam

Butuh waktu lebih dari dua jam untuk menjinakkan api dengan melibatkan unit mobil pemadam dari Posko Damkar Ambarawa, Ungaran, Bringin dan Pos Damkar Getasan.

Upaya pendinginan kebakaran di lokasi baru berakhir pada pukul 04.05 WIB, sebelum seluruh petugas damkar kembali ke pos masing-masing.

Dugaannya, kebakaran ini terpicu oleh hubungan pendek arus listrik. “Sebab, sebelum diketahui muncul api, seluruh lampu kandang tiba-tiba mati,” tambahnya.

BACA JUGA: Kebakaran Hanguskan Tiga Rumah di Salatiga, Ludes Kurang dari Dua Jam

Salah satu penjaga kandang, masih kata Hisyam, yang mencoba mencari tahu penyebabnya, mendapati adanya api yang menyambar gas untuk pemanas kandang.

Upaya untuk memadamkan api menggunakan APAR sudah terlaksana, namun api lebih cepat berkobar dan semakin membesar. “Termasuk menggunakan APAR powder,” lanjut Hisyam. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp