Jateng

Longsor Cilacap: Tim SAR Kerahkan 9 Anjing Pelacak Fokus Cari 20 Korban Hilang

×

Longsor Cilacap: Tim SAR Kerahkan 9 Anjing Pelacak Fokus Cari 20 Korban Hilang

Sebarkan artikel ini
tim sar gabungan
Tim SAR gabungan mengerahkan anjing pelacak untuk mencari korban bencana tanah longsor di Desa Cibeunying, Kabupaten Cilacap. (ant)

SEMARANG, beritajateng.tv – Tim Search and Rescue (SAR) gabungan kembali memperkuat operasi pencarian korban tanah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada Sabtu (hari ketiga pencarian).

Petugas mengerahkan sembilan anjing pelacak serta sembilan alat berat untuk mempercepat proses evakuasi di lokasi yang tertimbun material longsor.

Kepala Kantor SAR Cilacap Muhammad Abdullah mengatakan anjing pelacak tersebut berasal dari Kantor SAR Cilacap dan Polda Jawa Tengah. “Kami menerjunkan sembilan anjing pelacak untuk membantu mempercepat pencarian di titik-titik yang sulit dijangkau,” ujarnya di Desa Cibeunying.

Pencarian Difokuskan pada Lima Titik

Operasi ini melibatkan personel gabungan dari berbagai instansi, termasuk TNI, Polri, relawan, dan pemerintah daerah. Menurut data terbaru, tim masih mencari 20 warga yang tertimbun—enam warga Dusun Tarukahan dan 14 warga Dusun Cibuyut.

BACA JUGA: Bantu Operasi Longsor Cibeunying Cilacap, BPBD Semarang Kerahkan 12 Relawan SAR

Petugas membagi lokasi pencarian menjadi lima worksite:

  • A-1: estimasi tiga korban

  • A-2: tujuh korban

  • A-3: empat korban

  • B-1: empat korban

  • B-2: dua korban

“Posko terpadu terus memperkuat koordinasi lintas instansi agar distribusi logistik, peralatan pencarian, dan dukungan medis tetap optimal,” tambah Abdullah.

Kronologi Longsor dan Korban

Tanah longsor terjadi pada Kamis, 13 November, sekitar pukul 19.00 WIB. Bencana ini menimbun sejumlah rumah di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut. Berdasarkan pendataan sementara, total korban mencapai 46 orang, terdiri atas:

  • 23 orang selamat

  • 2 meninggal dunia

  • 21 hilang

Tiga warga lainnya, Maya, Haryanto, dan Andi, mengalami luka-luka dan mendapatkan perawatan di RSUD Majenang.

Hingga Jumat, 14 November, pukul 11.00 WIB, petugas menemukan tiga korban meninggal dunia: Julia Lestari (20), Maya Dwi Lestari (15), dan Yuni (45), seluruhnya berasal dari Dusun Tarukahan. Sementara itu, 20 warga lainnya masih dalam pencarian hingga hari ketiga operasi.

Dampak Kerusakan

Longsor melanda area seluas sekitar 6,5 hektare, merusak 12 rumah, serta mengancam 16 rumah lainnya. Material longsor menyebabkan penurunan tanah sedalam dua meter dan retakan sepanjang 25 meter, membuat proses pencarian semakin menantang.

BACA JUGA: Vegetasi di Majenang Cilacap Zona Hijau, BPBD Ungkap Retakan dan Hujan Deras Picu Longsor

Operasi SAR terus dilanjutkan dengan memaksimalkan alat berat, anjing pelacak, serta koordinasi darurat untuk mempercepat penemuan para korban yang masih hilang. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp