BACA JUGA: Alih Fungsi Lahan Pertanian di Grobogan Tertinggi, Kontribusi Pangan Jawa Tengah Terancam Turun
Menurut mereka, akses terhadap informasi perizinan dapat membantu masyarakat mengawasi kegiatan perusahaan sekaligus mencegah kerusakan ekosistem.
“Gunanya transparansi HGU, kami bisa melakukan pengawasan bersama kepada masyarakat. Kami bisa melihat bahwa digunakannya lahan tersebut memang tidak merusak dari ekosistem yang ada di wilayah tersebut,” kata Asmi.
Kabut Asap Ganggu Kesehatan, Pendidikan, dan Ekonomi Warga
Dalam aksi tersebut, mahasiswa Unissula juga menyoroti dampak karhutla di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan, Sumatra, Riau, Jambi, hingga Papua Selatan.
dia mengaku prihatin terhadap laporan gangguan kesehatan yang dikaitkan dengan paparan asap. Termasuk infeksi dan gangguan pernapasan.
“Jujur sangat miris. Karena sudah jatuh beberapa korban juga yang rata-rata dominasinya oleh lansia dan balita di sana. Kena infeksi pernapasan, kemudian gangguan pernapasan lainnya. Terus akses pendidikan akhirnya juga terbatas di sana,” katanya.
BACA JUGA: Waduk Tempuran Menyusut, Petani Blora Manfaatkan Lahan Kering untuk Tanam Jagung hingga Cabai
Asmi mengatakan sejumlah mahasiswa asal Kalimantan berpotensi mengalami kesulitan membiayai kuliah. Karena orang tua mereka kehilangan kesempatan mencari nafkah akibat kondisi di daerah asal.
“Bagi kawan-kawan yang berasal asli dari Kalimantan, itu juga terdampak. Berapa memang dari orang tua mereka itu sulit untuk mencari nafkah akhirnya karena keterbatasan jarak pandang dan udaranya masih terkepung oleh asap,” ucap dia.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama mahasiswa, kelompok mahasiswa Unissula berencana menggalang dana untuk membantu rekan-rekan yang terdampak secara ekonomi akibat karhutla. Bantuan tersebut terutama ditujukan bagi mahasiswa asal Kalimantan dan wilayah lain yang mengalami dampak serupa.
“Mungkin nanti ke depan kita akan adakan penggalangan dana bagi kawan-kawan yang kuliah di Unissula, terutama yang asli dari Kalimantan atau daerah terdampak karhutla ini,” katanya. (*)
Editor: Diaz A Abidin





