DEMAK, beritajateng.tv – Mahasiswa Universitas Semarang jurusan Ilmu Komunikasi Pagi melakukan kegiatan kunjungan ke salah satu SMA Negeri di Kabupaten Demak, yakni SMA Negeri 2 Mranggen untuk melakukan pelatihan mengenai teknik editing video dan foto berbasis smartphone pada siswa yang tergabung pada organisasi OSIS. Kunjungan tersebut berlangsung pada Kamis, 18 April 2024.
Sebagai mahasiswa ilmu komunikasi yang telah mendapatkan mata kuliah tentang fotografi dan videografi, mahasiswa jurusan Ilkom ini memberikan materi berupa power point dan video pelatihan.
Pertama, memberikan sambutan yang diwakili oleh pembawa acara, Beta Vianda, dan ketua kelompok kami, Royhan Muhammad, setelah itu, kami juga mempersilahkan Hadi Prayitno selaku wakil ketua kurikulum SMA Negeri 2 Mranggen, untuk turut memberikan sambutan.
BACA JUGA: Disrupsi Game Online pada Generasi Muda, Akankah Indonesia Emas 2045 Tercapai? Ini Kata Pengamat
Saat Hadi Prayitno memberikan sambutan, beliau menyampaikan agar peserta pelatihan dapat memahami materi yang ada dengan sungguh-sungguh. Hadi berharap agar materi yang ada bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Selain itu, tetap menggunakan aplikasi editing video (Capcut) dan editing foto (Lightroom) dengan benar, dan tidak menyalahi aturan hukum.
Hal tersebut karena pada zaman sekarang dalam dunia konten digital, kita harus tetap patuh terhadap hukum, seperti tidak melanggar privasi, atau menyalahgunakan aplikasi editing foto atau video.
Setelah sambutan selesai, mahasiswa Ilkom Universitas Semarang ini mulai menyampaikan materi.
Mahasiswa Ilkom Universitas Semarang Beri Materi Seputar Dunia Konten Kreatif
Pertama, menyampaikan materi tentang editing videografi di smartphone menggunakan aplikasi Capcut. Ajeng Ramadhani Kurniawan yang bertindak sebagai pemateri pada sesi ini.
Ajeng menyampaikan teknik-teknik editing video, seperti import media, import audio, pemberian transisi video, pemberian filter video, penambahan teks di dalam video, stabilisasi video, pemberian keyframe video, mengatur speed (kecepatan) video, dan trim (pemotongan dan pemisah-misahan) video.
Setelah itu, melakukan ice breaking yang dipandu oleh Beta Vianda, dan diikuti oleh dua siswa bernama Primas dan Salsabila. Ice breaking ini dilakukan dengan sebuah permainan di mana salah satu siswa memberikan tiga kalimat tentang dirinya sendiri.
Dua kalimat adalah fakta tentang dirinya dan satu adalah kebohongan tentang dirinya. Siswa yang lain menebak yang mana yang merupakan kebohongan. Ice breaking berjalan sangat seru dan meriah, murid-murid yang lain juga antusias mengikuti ice breaking.
Setelah ice breaking, lanjut materi yang kedua, yaitu teknik editing foto di smartphone menggunakan aplikasi Lightroom. yang bertindak sebagai pemateri pada sesi ini. Royhan menyampaikan teknik-teknik editing foto, seperti mengatur cahaya foto, mengatur warna foto, mengatur efek foto, dan mengatur detail foto.
Dan terakhir, sesi tanya jawab tentang materi editing foto dan video. Terdapat 5 pertanyaan yang kemudian 5 siswa menjawab dengan jawaban yang berbeda.
Adapun siswa tersebut yaitu Muhammad Al Hadad, Madrid Takhir Ansoro, Nayshilla Ilmanavia, Claresta Hanifah, dan Faizal Tanjung. Setelah itu, pembagian kuesioner yang berupa Google Form kepada peserta pelatihan agar para siswa dapat menjawab penilaian tentang seberapa paham mereka tentang materi.
Overall, semua peserta pelatihan sangat antusias dengan kegiatan yang telah berlangsung. Berdasarkan data di kuesioner, mereka juga mengakui bahwa mereka sudah sangat memahami semua materi tentang editing video dan foto.
Bagi mereka, editing foto dan video adalah salah satu dasar penting untuk membuat dan mempublikasikan konten digital. Apabila mereka menekuninya akan dapat menghasilkan keuntungan dengan menjadi konten kreator profesional. (*).
Editor: Andi Naga Wulan.





