Jateng

Marak Kecelakaan Truk Angkutan Barang di JLS Salatiga, Pengamat: 80 Persen karena Sopir Ngantuk

×

Marak Kecelakaan Truk Angkutan Barang di JLS Salatiga, Pengamat: 80 Persen karena Sopir Ngantuk

Sebarkan artikel ini
Kecelakaan Angkutan JLS Salatiga
ILUSTRASI. Sebuah truk mengalami kecelakaan tunggal di Jalur Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, Senin, 19 Januari 2026 malam. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv — Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan angkutan barang dan kerap terjadi di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga menjadi perhatian Pengamat Transportasi, Djoko Setijowarno.

Menurut Djoko, kondisi jalan di JLS Salatiga yang memiliki topografi turunan panjang, khususnya dari arah Tingkir menuju Blotongan, menuntut kesiapan kondisi teknis kendaraan. Selain itu, kehati-hatian para pengemudi kendaraan angkutan barang yang melintas juga sangat dibutuhkan.

“Namun, yang tak kalah penting adalah kehati-hatian pengemudi kendaraan angkutan barang saat melintas,” ungkapnya saat beritajateng.tv konfirmasi di Ungaran, Kabupaten Semarang, Kamis, 22 Januari 2026 sore.

BACA JUGA: Alami Rem Blong, Truk Tronton Pengangkut 25 Ton Beras Kecelakaan Tunggal di JLS Salatiga

Djoko menyampaikan bahwa jalur JLS Salatiga tersebut sebelumnya telah mengalami perbaikan geometri jalan, terutama untuk arus lalu lintas yang datang dari arah Kopeng.

Selain itu, penyediaan jalur penyelamat juga menjadi salah satu upaya para pemangku kepentingan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya yang melibatkan kendaraan angkutan barang.

Kelengahan Pengemudi Sebabkan Maraknya Kecelakaan Truk Angkutan Barang di JLS Salatiga

Meski demikian, Djoko menilai kelengahan pengemudi masih menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan sering terjadinya kecelakaan angkutan barang di ruas JLS Salatiga.

“Sekitar 80 persen kecelakaan lalu lintas lantaran pengemudi mengantuk. Namun, persoalan maraknya kecelakaan di JLS Salatiga ini bersifat kompleks,” ujarnya.

Djoko menegaskan bahwa permasalahan tersebut menjadi pekerjaan rumah bersama agar kecelakaan kendaraan angkutan barang di JLS Salatiga dapat diminimalkan.

BACA JUGA: Sering Terjadi Kecelakan di JLS Salatiga, Polisi: Jalur Penyelamat Harus Steril

“Masalah ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama, bagaimana bisa meminimalkan kecelakaan kendaraan angkutan barang di JLS Salatiga,” tandasnya.

Sebagai informasi, JLS Salatiga yang memiliki panjang sekitar 11,3 kilometer dominan ruas jalan dengan elevasi. Khususnya untuk arus lalu lintas dari arah Blotongan. Sebaliknya, kontur jalan menurun dari arah Tingkir menuju Blotongan.