Masa Mudik, DPRD Minta Kemacetan di Tempat Wisata dan Exit Tol Diantisipasi

Para narasumber dalam Dialog Aspirasi Jawa Tengah "Kesiapan Infrastruktur Jateng Jelang Lebaran" yang ditayangkan TATV Solo..(ricky fitriyanto/beritajateng.tv)

SOLO, 13/4 (beritajateng.tv) – Sekitar 21 juta mobil, 14 juta motor, dan 12 juta bus diperkirakan akan melintas di Jateng pada masa mudik Lebaran nanti. Komisi D DPRD Jateng mendorong pihak terkait untuk mengantisipasi kemacetan di jalan menuju tempat wisata dan exit tol.

Ketua Komisi D DPRD Jateng Alwin Basri meminta jalan menuju tempat wisata dan jalan menuju exit tol mendapat perhatian khusus. Sebab, ruas-ruas tersebut kerap menjadi titik kemacetan saat arus mudik dan balik Lebaran. Selain itu, dia meminta seluruh perbaikan jalan yang dilakukan saat ini selesai pada H-10 Idul Fitri.

“H-10 semua pekerjaan jalan harus selesai. Pihak terkait hendaknya juga mengantisipasi titik-titik jalan yang rawan banjir dan longsor,” katanya dalam Dialog Aspirasi Jawa Tengah “Kesiapan Infrastruktur Jateng Jelang Lebaran” yang ditayangkan TATV Solo, Selasa (12/4/2022) malam.

Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, Jateng akan banyak menjadi jujugan dan dilintasi para pemudik. Saat ini dari 2.400 km jalan provinsi, 965 km (40 persen) dalam kondisi baik, 1.219 km (50 persen) kondisinya rusak sedang, 200 km (9 persen) rusak ringan, dan belum ada yang rusak berat. Selain itu, kesiapan jalan nasional dari jalur pantura, antara Brebes sampai Rembang, hingga Blora sepanjang 365 km juga perlu diperhatikan.

Kepala Dinas Bina Marga Jateng Hanung Triyanto mengatakan, kemantapan jalan nasional dan provinsi jelang masa mudik saat ini diatas 60 persen. Namun dengan kondisi musim penghujan, kesiapannya agak menurun. Karena itu, pemeliharaan jalan perlu dikejar.

“Paket multiyears dan awal tahun yang sudah terkontrak perlu dikejar, terutama di pantura. Di Pemalang ada pekerjaan membongkar beton, H-10 harus siap. Sementara untuk jalan provinsi di Grobogan, Blora kita lakukan tambal lubang,” ujarnya dalam acara yang dipandu Host Bona Ventura Sulistiana dan Co Host Antik Wijaya tersebut.

Hanung menambahkan, perbaikan jalan dilakukan siang maupun malam hari. Perbaikan di malam hari dilakukan di ruas jalan yang benar-benar padat lalu lintas saat siang hari. Saat ini, kondisi ruas jalan Semarang-Godong sudah lumayan baik. Sementara ruas Godong-Blora mengalami kerusakan yang lumayan parah.

“Treatment kami ruas jalan harus dibeton karena jalan aspal lebih cepat rusak,” ungkapnya.

Sementara Kaprodi Magister Teknik Sipil Fakultas Teknik UNS Ary Setiawan menambahkan, permasalahan mudik Lebaran bukan pada infrastruktur jalan. Namun lebih ke kapasitas jalan.

“Jalan didesain dengan kapasitas harian rata-rata. Jadi wajar saat Lebaran kapasitasnya jauh melebihi desain yang ada. Dari sisi volume yang jauh melebihi biasanya. Musim hujan banyak jalan rusak karena air. ODOL juga menjadi faktor perusak jalan yang tinggi, hingga 40 persen,” paparnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.