“Jadi kami terpaksa untuk membuat Dapur Umum Banget karena memang kita melihat bahwasanya sekarang yang 𝖽inamakan MBG pun dapur-dapurnya ternyata bukan milik rakyat, bukan untuk 𝖽ipergunakan untuk rakyat. Kita bisa melihat bagaimana dapur MBG juga 𝖽imiliki oleh TNI, 𝖽imiliki oleh bahkan pemerintah itu sendiri,” katanya.
Bara Puan Desak Evaluasi MBG Sejak Tahap Perencanaan
Tuti menilai persoalan dalam program MBG tidak hanya muncul pada tingkat pelaksanaan. Menurutnya, pemerintah semestinya mengevaluasi program tersebut sejak tahap perencanaan hingga pembangunan infrastruktur pendukungnya.
Ia menyebut berbagai kritik terhadap MBG terus bermunculan, mulai dari tata kelola program hingga kesiapan pelaksanaannya di lapangan. Namun hingga kini, Bara Puan belum melihat adanya evaluasi menyeluruh dari pemerintah terhadap berbagai persoalan tersebut.
“Bukan hanya evaluasi. Harusnya dari terselenggaranya pun bahkan konteks pembuatan, konteks infrastruktur dan lain sebagainya harusnya sudah harus 𝖽ibicarakan. Tapi nyatanya sampai sekarang, sampai ada aksi kami bikin di sini, enggak ada evaluasi,” ujar Tuti.
Ia juga menyinggung sejumlah persoalan yang sempat mencuat selama pelaksanaan program MBG berlangsung.
“Bahkan sampai ketuanya melakukan korupsi pun enggak ada sampai sekarang. Itu jadi satu kritikan buat kita,” lanjutnya.
Masak Cabai Dieng hingga Beras dari Warga Penolak Tambang
Dalam aksi tersebut, Bara Puan sengaja menggunakan bahan pangan yang berasal dari berbagai komunitas warga yang tengah memperjuangkan ruang hidup mereka.
Tuti menyebut salah satu bahan yang mereka gunakan ialah cabai gendot dari Dieng. Menurutnya, cabai tersebut berasal dari petani yang saat ini menolak proyek geotermal karena khawatir terhadap dampaknya bagi lingkungan dan lahan pertanian.
“Karena produk-produk yang seperti yang kami sampaikan di sini ada salah satu cabai gendot, namanya itu berasal dari masyarakat Dieng yang saat ini sedang berjuang untuk menolak geotermal karena geotermal akan merusak wilayah pertanian mereka, merusak lingkungan mereka,” jelasnya.





