Kesehatan

Masih Ada Kasus DBD di Salatiga, Dinkes Sebut Kesadaran Masyarakat Jadi Kunci Pengendalian

×

Masih Ada Kasus DBD di Salatiga, Dinkes Sebut Kesadaran Masyarakat Jadi Kunci Pengendalian

Sebarkan artikel ini
DBD Salatiga
Aksi penyuluhan kebersihan lingkungan untuk menumbuhkan kesadaran kolektif pentingnya kebersihan dan kesehatan dalam mencegah penyebaran penyakit menular oleh Dinkes Kota Salatiga. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SALATIGA, beritajateng.tv – Ꭰinas Kesehatan (Dinkes) Kota Salatiga terus mendorong kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan guna menekan penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Sekretaris Ꭰinkes Kota Salatiga, Suhardi, mengatakan kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam memutus rantai penularan berbagai penyakit, termasuk DBD.

“Ketika masyarakat sudah memiliki kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan, kasus DBD dapat ԁitekan,” ujarnya di Salatiga, Kamis, 21 Mei 2026.

Berdasarkan data epidemiologi hingga pekan kedua Mei 2026, tercatat satu kasus DBD di Kota Salatiga.

BACA JUGA: Puncak Musim Hujan dan Awal Masuk Sekolah, IDAI Ingatkan Risiko Influenza, Diare, DBD pada Anak

Selain itu, tercatat pula 19 kasus Demam Dengue dan dua kasus Dengue Shock Syndrome (DSS).

Suhardi menjelaskan, kasus paling banyak ԁitemukan pada kelompok usia produktif. Rinciannya, empat kasus pada usia 1–4 tahun, lima kasus usia 5–14 tahun, sembilan kasus usia 15–44 tahun, serta empat kasus pada usia di atas 44 tahun.

“Berdasarkan jenis kelamin, penderita laki-laki sebanyak 39 persen atau sembilan orang, sedangkan perempuan 61 persen atau 13 orang,” jelasnya.

Menurut Suhardi, data tersebut menjadi dasar evaluasi sekaligus alarm bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat langkah antisipasi.

“Mulai dari gerakan pemantauan jentik, pemberantasan sarang nyamuk secara berkala, hingga penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat,” tegasnya.

Pemkot Salatiga Terus Perkuat Mitigasi dan Pengendalian DBD

Sementara itu, Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, mengatakan Pemerintah Kota Salatiga terus memperkuat mitigasi dan pengendalian DBD melalui sinergi lintas sektor.

Menurutnya, DBD masih menjadi tantangan serius bagi kesehatan masyarakat karena ԁipengaruhi berbagai faktor, seperti perubahan iklim, tingginya mobilitas penduduk, dan kondisi lingkungan.

“Pengendalian DBD tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi memerlukan kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.

Ia menegaskan, sinergi antarpemangku kepentingan dan partisipasi aktif masyarakat secara berkelanjutan menjadi strategi penting dalam pengendalian penyakit menular.