“Polda Jateng komitmen tidak akan menutupi. Bahkan hasilnya akan kami sampaikan ke publik. Kami transparan dan terbuka semuanya,” imbuhnya.
Sebelumnya, seorang siswa kelas XI SMKN 4 Kota Semarang, berinisial GRO, meninggal dunia dengan luka tembak senjata api di tubuhnya.
Polisi menduga korban merupakan pelaku tawuran antar-gangster yang terjadi di sekitar wilayah Simongan, Semarang Barat pada Minggu dini hari. Polisi yang berusaha melerai peristiwa tawuran antar-gangster tersebut terpaksa membela diri dengan menembakkan senjata api.
Sementara pihak keluarga GRO sendiri telah resmi melaporkan dugaan pembunuhan tersebut ke Polda Jawa Tengah. (*)
Editor: Farah Nazila





