BLORA, beritajateng.tv – Bulan Muharram atau Suro dalam kalender Jawa diyakini sebagai bulan yang penuh berkah, termasuk bagi jasa penjamasan barang-barang pusaka.
Di Blora, Jawa Tengah, jasa penjamasan benda-benda pusaka meningkat pesat pada bulan ini.
“Dalam sehari, saya bisa menjamas 30 sampai 40 barang pusaka. Kebanyakan adalah keris dan tombak,” ujar Mulyono, seorang penjamas barang pusaka kepada beritajateng.tv pada Senin 8 Juli 2024.
BACA JUGA: BPPKAD Blora dan Bank Jateng Dukung Program ‘Ambyar Pak To’, Tingkatkan Kesadaran Pajak Restoran
Warsini, salah satu warga Blora yang memanfaatkan jasa penjamasan, mengatakan bahwa membersihkan barang-barang pusaka selama Bulan Suro diyakini dapat menjauhkan mereka dari bala bencana.
“Kami percaya bahwa membersihkan pusaka di bulan ini akan membawa berkah dan menjauhkan kami dari malapetaka,” ungkap Warsini.
BACA JUGA: Refleksi Bulan Suro: Cita-Cita Mulai dengan Menciptakan Perubahan
Warsini pun mengaku bahwa ia sering menggunakan jasa penjamasan barang pusaka untuk kerisnya yang berumur 50 tahun. Hal ini ia lakukan setiap tahun sekali.
“Setiap tahun (mencuci keris). Kalau tidak dicuci, anak saya yang marah,” katanya sembari tersenyum.
Mulyono, salah satu pelaku jasa penjamasan barang pusaka mematok tarif Rp 25.000 hingga Rp 30.000 per benda pusaka.
BACA JUGA: Ngeri! Pemuda Asal Blora Palsukan Status Perkawinan Demi Nikahi 3 Wanita di Wilayah Berbeda
Tingginya animo warga telah membuat Mulyono kewalahan melayani permintaan yang terus berdatangan. Namun tidak mematahkan semangat Mulyono yang sudah memulai berlakukan penjamasan barang pusaka sejak umurnya 10 tahun.
Penjamasan barang-barang pusaka memang telah menjadi tradisi rutin bagi masyarakat Jawa selama Bulan Suro. Mereka percaya bahwa ritual ini dapat membawa keselamatan dan keberuntungan. (*)
Editor: Farah Nazila





