“Isi piringnya ada singkong, nasi sedikit, sayur dan tahu goreng. Sehingga memperlihatkan bahwa Mbah Saji sudah mengimplementasikan makanan sehat pendamping beras sejak dulu,” katanya.
Sesuai instruksi Presiden dan Mendagri, saat ini ada 22 negara eksportir yang sudah menyetop impor ke negara Indonesia. Sehingga hal ini jadi salah satu penyebab harga beras naik.
Untuk menyiasati kenaikan harga beras, maka pemerintah menganjurkan untuk mengganti karbohidrat yang selama ini memenuhi nasi. Dan bisa kita ganti makanan pendamping lainnya atau melakukan diversifikasi.
Untuk itu, lanjut Mbak Ita, apa yang Mbah Saji konsumsi ini merupakan implementasi makanan pendamping beras.
“Beliau bahkan masih sehat hingga usianya 90 tahun. Ini sebagai contoh bahwa di Mijen ada warga yang sudah mengimplementasikan makan makanan pendamping beras seperti Mbah Saji,” katanya.(*)
Editor: Elly Amaliyah





