“Tadi malam kami pantau Kali Tenggang hanya berjalan tiga pompa saja, lainnya rusak. Saya sudah bilang berkali-kali kepada BBWS Pemali Juana. Makanya sampai tadi malam saya melaporkan ke Pak Sekjen dan Pak Direktur Kementerian PUPR karena seperti ini,” paparnya.
“Kemudian sudah dibantu pompa mobile BBWS Pemali-Juana ada dua, dan ini kami kirimkan satu lagi dari BPBD Kota Semarang. Sebenarnya kalau semua pompanya nyala, pasti lebih cepat karena sekarang ini juga di tambah dengan pompa mobile PU ada dua di belakang RSI Sultan Agung,” tuturnya.
Lebih lanjut, dirinya berharap agar antarstakeholder bisa berkomitmen untuk mengatasi banjir. Ia juga mendorong agar masyarakat bisa melakukan pengelolaan sampah.
“Kemarin-kemarin kami sudah berupaya terus-menerus dengan menggali sedimen-sedimen tetapi memang tadi malam curah hujan sangat tinggi, dan yang kena wilayah hanya ini saja atau yang urusannya Tenggang dan Sringin. Saya cek wilayah lainnya sudah aman. Kemudian sampah, diambil satu truk yang isinya gedebog pisang, pampers, bantal, bahkan kasur. Sehingga kami harapkan penanganan bersama,” imbuhnya.(*)
Editor: Elly Amaliyah





