SEMARANG, beritajateng.tv – Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan curahan hati terkait hasil Pemilu 2024 lalu. Dalam pidato politiknya di ajang Trisakti Tourism Award, Megawati menyebut PDIP mengalami “babak belur”.
Pengamat politik Adi Prayitno menanggapi hal ini lewat kanal YouTube-nya pada Jumat, 9 Mei 2025. Ia menyebut, “Apa yang disampaikan Megawati adalah bentuk kejujuran politik. Beliau akhirnya buka suara setelah sekian lama diam.”
Menurut Adi, kekalahan PDIP tak lepas dari konflik politik internal dengan Presiden Jokowi. Perpecahan ini berdampak langsung pada elektabilitas Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.
“Pemilih loyal Jokowi yang semula mendukung Ganjar, justru berpindah ke Prabowo-Gibran,” jelas Adi. Akibatnya, pasangan Ganjar-Mahfud hanya meraih 16% suara, terendah di antara tiga kandidat.
Di sisi lain, PDIP masih unggul dalam Pileg, meski mengalami penurunan suara hampir 3% dari Pemilu 2019. “PDIP tetap nomor satu di Pileg, tapi suaranya turun drastis,” ujar Adi.
Ia menilai hal itu sebagai bentuk kegagalan ganda, kalah di Pilpres dan menurun di Pileg.
BACA JUGA: Usulan Ganti Wakil Presiden Gibran Picu Polemik, Pengamat Adi Prayitno: Ini Gempa Bumi Politik
Selain itu, Adi pun menyinggung partai lainnya. Menurutnya, bukan cuma PDIP yang kena imbas, partai lain juga tak sepenuhnya menang.
Gerindra menang Pilpres, namun Pileg-nya tak dominan. Golkar naik suara, tapi tak punya calon presiden. PSI, walau dekat dengan Jokowi, tetap gagal lolos ke parlemen.
“Ini bukan kemenangan absolut. Yang menang Pilpres, kalah Pileg. Yang menang Pileg, tak punya presiden. Jadi semua setengah-setengah,” tutur Adi.
Ia menegaskan, “Di Indonesia, kekuatan politik sejati ada di tangan presiden terpilih. Siapa kuasai istana, ia kuasai parlemen.” (*)




