SEMARANG, beritajateng.tv – Banyak cara untuk membiasakan anak berbagi. Salah satunya adalah dengan mengajarkan anak untuk ikhlas menyisihkan sedikit uang sakunya guna berderma atau infak.
Sama halnya di SD Negeri Tugurejo 02. Memanfaatkan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW beberapa waktu yang lalu, pihak sekolah menjalankan program pohon infak sebagai salah satu langkah dalam meneladani sifat baik Nabi Muhammad SAW.
Alih-alih memasukkan ke dalam kontak infak seperti biasa, para siswa SD Negeri Tugurejo akan memasukkan uang ke dalam amplop bewarna putih yang kemudian digantung ke ranting-ranting pohon. Mereka pun terlihat antusias dalam berinfak dengan cara unik ini.
Kepala SD Negeri Tugurejo 02, Nur Racmat mengungkapkan bahwa pohon infak merupakan salah satu langkah untuk mengajarkan salah satu karakter positif Nabi Muhammad SAW kepada siswa, yaitu gemar berbagi.
Mengamalkan sifat-sifat nabi Muhammad SAW
“Salah satu rangkaian acara kami SD Negeri Tugurejo 02 Bershalawat beberapa waktu yang lalu yang bertema ‘Uswatun Khasanah Nabi Muhammad SAW dan Karekter Generasi Bangsa’, tujuannya untuk kembali mengamalkan sifat-sifat nabi kepada siswa,” jelasnya kepada beritajateng.tv, Senin 16 Oktober 2023.
BACA JUGA:Kenalkan Budaya Daerah, Siswa SD Negeri Pekunden Ikuti Parade Khatulistiwa
Pohon infak ini, lanjut Rachmat, tidak membatasi nominal anak-anak dalam bersedekah. Setiap anak bebas menyedekahkan berapapun asalkan ikhlas.
Harapannya dengan pohon infak semacam ini, siswa bisa saling memotivasi untuk berlomba-lomba dalam bersedekah, sekaligus melatih kepedulian siswa. Nantinya hasil yang terkumpul dari pohon infak akan disalurkan kepada yang membutuhkan.
“Karena ini adalah infak atau sedekah, jadinya besaran nominalnya tidak ada ketentuannya. Kemudian untuk peruntukannya nanti akan disalurkan kepada anak yatim dan siswa-siswa yang sedang memelajari Al-quran di sekitar Jawa Tengah,” imbuhnya.
Gabungkan agama dan budaya melalui tumpengan
Selain pohon infak, SD Negeri Tugurejo 02 juga menggabungkan agama dengan budaya lokal. Yaitu melaksanakan tradisi layaknya grebek maulid dengan dua buah tumpengan.
Uniknya, tumpengan kali ini menggunakan jajanan anak-anak dan juga jajanan tradisional. Ukurannya pun mini menyesuaikan para siswa.
“Siswa rebutan tumpeng tapi namanya tumpengan mini. Ada dua tumpeng, yang pertama tumpeng jajanan snack, yang satunya tumpeng jajanan tradisional, memang kita modifikasi,” kata Rachmat.
BACA JUGA:Peringati Hari Pramuka Nasional, Siswa SD Negeri Pekunden Diajak Resapi Nilai-Nilai Dasa Dharma
Di sisi lain, paguyuban orang tua siswa SD Negeri Tugurejo 02 yang bernama MawGUA SQUAD memberikan dukungan penuh atas terlaksananya pohon infaq serta tumpengan mini. Terlebih, tujuan kegiatan tersebut demi mengajarkan nilai-nilai positif kepada siswa.(*)
Editor: Farah Nazila





