SEMARANG, beritajateng.tv – Sebanyak 18 sketsa tentang Kota Semarang ditunjukkan dalam pameran lukisan yang berlangsung hingga Jumat, (25/08/2023) di Gedung Monod Diephuis, Semarang. Pameran tersebut diadakan oleh komunitas Semarang Sketchwalk sebagai bentuk dukungan akan berlangsungnya agenda Jalinan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) di Kota Lumpia.
Lebih lanjut, 18 sketsa tersebut memperlihatkan beragam bangunan budaya Kota Semarang mulai dari Kota Lama, Lawang Sewu, Sam Poo Kong, Tay Kak Sie, dan lain sebagainya. Adapun sketsa tersebut mengusung tema Kota Semarang sebagai Kota Pusaka Kecil.
Ketua Semarang Sketchwalk, Ratna Sawitri menyebut, sebagian besar sketsa yang terpajang dilukis secara ‘on the spot’ atau secara langsung. Lebih jelas, Ratna menjelaskan bahwa pihaknya memang rutin menggelar kegiatan di sekitar Kota Lama sekaligus mempromosikan pariwisata Kota Semarang.
“Maksud kami berkaitan juga dengan pariwisata Kota Semarang, jadi kami memperkenalkan melalui sketsa. Sketsa itu sangat berbeda apabila mengambil gambar dengan foto,” jelas Ratna kepadaberitajateng.tv berkunjung, Rabu (23/08/2023).
BACA JUGA:Mengenal Keris Untuk Generasi Muda Melalui Pameran Tosan Aji Semarang
Pameran seni ini juga 18 seniman ikuti dengan menampilkan 16 karya. Mengambil tema besar Kota Semarang, beragam karya memiliki gayanya masing-masing dalam menggambarkan Ibu Kota Jawa Tengah.
Sebut saja salah satu lukisan berjudul Soft City Sky oleh Jeng Upiek. Menggambarkan kawasan Kota Lama dari sisi atas. Lukisan pun mungkin secara sekilas tidak sedetail lukisan lainnya. Namun siapa sangka, lukisan tersebut dibanderol dengan harga mencapai Rp 9 juta rupiah.
“Harganya bervariasi, mulai dari Rp 1,2 juta sampai Rp 9 juta. Hal yang membuat mahal itu tingkat kesulitan, terus masing-masing perupa juga mempunyai nama yang berbeda-beda,” lanjutnya.
Angkat Pariwisata Melalui Pameran Sketsa
Bekerja sama dengan pemerintah, khususnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang bukan hal yang pertama bagi Semarang Sketchwalk. Ratna pun mengaku sangat terbuka akan bentuk kerja sama-kerja sama lainnya, apalagi terkait pariwisata Kota Lumpia itu.
“Sketsa itu karena sudah jadi seni dan setiap perupa memiliki style yang berbeda-beda dan juga sudut pandang yang berbeda-beda. Itu sangat bagus untuk pariwisata,” terangnya.
Semarang Sketchwalk sendiri sudah berdiri sejak 2015 silam. Lebih dari 7 tahun ada, banyak kegiatan yang mereka lakukan baik tingkat nasional maupun internasional. Oleh karenanya, salah satu misi yang Semarang Sketchwalk bawa ialah mengangkat potensi pariwisata Kota Semarang.
BACA JUGA:Penuh Nilai Sejarah, Stigma Mistis Keris Tak Lagi Berlaku
“Misi kita kan sebetulnya karena sketsa itu menampilkan bangunan atau sitausi yang kita gambar, nah itu bisa mengangkat juga daerah tersebut, itu juga harapannya,” pungkasnya.(*)
Editor: Farah Nazila





