SEMARANG, beritajateng.tv – Bubur merupakan salah satu makanan favorit masyarakat Kota Semarang. Makanan ini biasa untuk pengganjal perut saat pagi hari ataupun penenang di kala tubuh meriang.
Tak hanya satu, bubur juga terdiri dari berbagai jenis. Antaranya bubur mutiara, bubur kacang hijau kupas, bubur jewawut, bubur ubi, bubur ketan hitam, bubur candil, dan bubur sum sum. Masing-masing bubur tentu memiliki cita rasanya tersendiri.
Namun, bagaimana jika ketujuh jenis bubur tersebut bersatu padu dalam satu mangkok yang sama? Adalah Bubur 7 Rupa Bu Joko.
Sesuai namanya, Bubur 7 Rupa Bu Joko mencampurkan ketujuh jenis bubur ke dalam satu mangkok yang sama. Cita rasa perpaduan ketujuhnya yang unik lantas mendapat sambutan baik dari pembelinya.
“Kalau mau beli tinggal selera mau campur atau dipisah. Harga mulai 6 ribu untuk porsi kecil dan 8 ribu untuk porsi besar. Isinya selera,” sambut Pemilik Bubur 7 Rupa Bu Joko, Nanik Susi Susanti kala beritajateng.tv berkunjung, Senin, 12 Agustus 2024.
BACA JUGA: Berikut Daftar Kuliner Tembalang yang Terkenal Enak, Nomor 4 Auto Jadi Favorit Mahasiswa!
Bubur 7 Rupa Bu Joko telah berdiri selama 20 tahun atau sejak 2004 silam. Nanik, sapaannya, adalah generasi kedua dari Bubur 7 Rupa Bu Joko. Ia meneruskan usaha sang ibu angkat, yang karib disapa Bu Joko.
Dulunya, Nanik berjualan dengan cara keliling berjalan kaki dari komplek perumahan satu ke yang lain. Namun, lima tahun berselang, ia memutuskan untuk menjajakannya di depan Toko Roti Donatella, Jalan Gajahmada, Kelurahan Miroto, Kecamatan Semarang Tengah.
“Kalau sekarang udah tidak berkeliling karena cari pelanggan susah. Makanya saya di sini (Jalan Gajahmada) agar pelanggan kalau nyari tidak kebingungan,” sambungnya.
Habiskan 20 kg bahan bubur dalam sehari
Lebih lanjut, wanita berusia 44 tahun itu menambahkan, pembeli Bubur 7 Rupa berasal dari berbagai kalangan. Dari bayi usia 3 tahun hingga lansia.
Pasalnya, bubur ini cocok untuk semua kalangan lantaran mudah dikunyah. Dari bayi yang belum tumbuh gigi, hingga para lansia yang ompong tak punya gigi.
“Peminat bubur dari waktu ke waktu selalu ramai dan banyak yang cari. Karena banyak varian dan rasanya cocok apalagi dengan harga yang tidak mahal,” ujarnya.
BACA JUGA: 10 Rekomendasi Sarapan di Kota Semarang Terenak dan Murah, Kenyang Gak Perlu Mahal!
Dalam sehari, Nanik bisa menghabiskan sekitar 20 kilogram bahan baku untuk semua jenis bubur. Biasanya, ia akan mengisi 2 hingga 3 kali kloter panci berisi bubur dalam sehari.
Bagi pecinta bubur, langsung saja merapat ke Bubur 7 Rupa Bu Joko. Mereka buka setiap hari mulai dari pukul 12.00 WIB sampai 19.00 WIB. (*)
Editor: Farah Nazila





