SEMARANG, beritajateng.tv – Jika biasanya ke Pasar Johar Semarang untuk berbelanja kebutuhan pokok ataupun pakaian, kali ini kita ke Pasar Johar untuk mencari sarapan yang segar dan cocok dinikmati di pagi hari yakni soto khas Semarang.
Satu makanan legendaris yang tak boleh dilewatkan yaitu Soto Ayam Pak No yang terletak di Pasar Johar Semarang.
Sejak pagi hari masyarakat tampak silih berganti mendatangi warung sederhana di Pasar Johar bagian tengah lantai dua.
Warung soto yang sudah ada sejak tahun 1970an, kini dipegang oleh generasi ketiga dan tidak pernah sepi pembeli setiap harinya.
BACA JUGA: Warga Antusias Cicipi Kuliner Soto Khas Semarang Gratis di Balaikota, Semarakkan Hari Jadi ke-478
Soto ayam yang memiliki cita rasa gurih, dengan kuah berkaldu, memang cocok jika jadi santapan menu sarapan.
Apalagi, menu pelengkap soto seperti sate ayam, sate usus, sate telur puyuh, sate kulit, perkedel dan tempe keripiknya menjadikan soto Pak No di Pasar Johar menjadi lebih istimewa.
Pemilik Soto Ayam Pak No generasi ketiga, Puji Asih, mengaku setiap harinya bisa menjual ribuan porsi soto atau 20-25 kg beras, bahkan jumlah itu akan meningkat jika hari libur.
Seporsi soto ukuran mangkok kecil di banderol dengan harga 8.000, sedangkan ukuran besar 11.000. Sedangkan untuk pelengkap aneka sate, di jual dengan harga 6.000 pertusuk.
“Jualan sudah generasi ketiga, dari bapak mertua. Sehari berasnya bisa 20 sampai 25 kilo. Kalau libur Sabtu Minggu bisa meningkat,” ucapnya, Minggu, 18 Mei 2025.
Peminat soto di warungnya rata-rata para pelancong yang datang ke Kota Semarang, yang menyempatkan datang ke Pasar Johar.
Namun banyak dari mereka datang kembali dan menjadi pelanggan tetap dari Soto Pak No. Warung yang buka mulai pukul 06.30 sampai 14.30 WIB, kini menjadi salah satu destinasi kuliner yang wajib di kunjungi saat ke Kota Semarang.
“Buka jam 06.30 sampai 14.30 WIB, ramainya kalau pagi sarapan sama pas makan siang,” imbuhnya.
Sementara itu, Fahruddin salah satu pelanggan Soto Pak No mengaku memang menyempatkan datang ke Johar mesti jarak dari rumahnya cukup jauh.
Berbekal informasi dari media sosial, warga Demak itu datang ke Pasar tersebut untuk menikmati sarapan pagi dengan soto ayam.
“Kemarin lihat di media sosial, terus datang ke sini. Rasa tidak mengecewakan. Enak dan harganya terjangkau. Sampai habis dua mangkok,” ucapnya.
Selain menikmati semangkok soto ayam yang segar dan bercitasara gurih, pembeli juga bisa menikmati pemandangan gedung pasar Johar dari lantai 2. Bangunan cagar budaya itu terlihat kokoh, di tengah suasana hiruk pikuk para pedagang dan pembeli. (*)
Editor: Elly Amaliyah





