Menyapa Nusantara

Menengok Desa Wisata Bahari Torosiaje, Pesona Alam dan Budaya Suku Bajau

×

Menengok Desa Wisata Bahari Torosiaje, Pesona Alam dan Budaya Suku Bajau

Sebarkan artikel ini
Torosiaje
Potret aerial perkampungan suku Bajau di Torosiaje, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. (Foto: ant)

Pada tahun 2007, perkampungan Suku Bajau di atas laut tersebut ditetapkan sebagai Desa Wisata Bahari. Langkah tersebut diambil oleh pemerintah daerah karena Torosiaje memiliki segala keindahan alam yang diinginkan oleh para wisatawan.

Saat memasuki kampung ini, wisatawan akan langsung disuguhkan dengan pemandangan hijaunya hutan bakau serta pengalaman menaiki perahu tanpa kayu penyeimbang di bagian kanan dan kiri.

Di pagi hari, cahaya Matahari yang menerobos dari balik bukit menciptakan suasana yang sempurna untuk memulai hari. Aktivitas masyarakat pun mulai ramai, terdengar deru mesin tempel di perahu yang menandakan bahwa Desa Torosiaje telah bangun dari tidurnya.

Air laut yang berwarna biru seolah menghipnotis wisatawan yang datang. Sementara angin sepoi laut membuat kita tak sadar bahwa kita sedang berada di atas laut, karena mampu melawan terik Matahari.

Tak hanya keindahan alam, aktivitas masyarakat juga menjadi daya tarik tersendiri, mulai dari penjual barang kebutuhan pokok yang berkeliling menggunakan perahu, pasar terapung, pembuatan dan perawatan perahu, hingga berbagai hal menarik lainnya.

Saat senja tiba, cahaya emas menjelang Matahari terbenam memberikan pemandangan mewah ketika langit berpadu dengan permukaan air. Desa ini bersiap untuk memberikan sensasi malam yang syahdu dengan ribuan lampu yang menerangi setiap rumah yang terhubung oleh jembatan kayu.

Bagi para wisatawan yang ingin merasakan sensasi tinggal di rumah yang terletak di atas laut, seperti dalam film “Avatar II The Way of Water”, tersedia homestay dan penginapan dengan harga terjangkau mulai dari Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per malam.

Desa Wisata Bahari Pikat Hati Para Wisatawan

Dalam upaya pengembangan pariwisata di Desa Torosiaje, Provinsi Gorontalo, Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo dan Pemerintah Kabupaten Pohuwato bekerja sama untuk mengembangkan wisata bahari.

Salah satu upaya yang mereka lakukan adalah menyediakan fasilitas alat selam untuk snorkeling dan menyelam di Pulau Karang. Itulah yang menjadi daya tarik bagi para wisatawan.