SEMARANG, beritajateng.tv – Momentum awal tahun identik dengan akhir semester tahun ajaran di perguruan tinggi. Banyak kampus, baik negeri maupun swasta di Semarang, yang kemudian meliburkan kegiatan belajar mengajarnya.
Dengan tidak adanya kegiatan belajar mengajar, membuat sebagian besar mahasiswa rantau memilih untuk pulang kampung untuk sementara waktu. Hal ini tentu membuat beberapa tempat di Semarang yang biasanya ramai oleh mahasiswa, kini terlihat lengang dan sepi.
Pantauan beritajateng.tv di sekitar kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang pada Selasa, 9 Januari 2024 misalnya.
Beberapa lokasi di Semarang yang biasanya dipenuhi oleh kegiatan mahasiswa seperti usaha fotokopi dan warung makan terlihat sepi, bahkan beberapa warung makan memilih tutup.
Saifudin, salah satu karyawan Angkringan TeHa mengakui jika usahanya mengalami penurunan omset dalam beberapa hari terakhir tepatnya saat libur semester. Terlebih, saat ini hampir mayoritas mahasiswa rantau memilih untuk menghabiskan masa libur semester di kampung halaman.
“Banyak menurunnya. Hampir 50 persen, kalau dulu liburan pada nggak pulang, sekarang hampir pulang semua,” ucapnya.
BACA JUGA: Mahasiswa Udinus Lestarikan Gamelan dengan Teknologi AI
Hal senada juga diungkapkan oleh Maman, karyawan warung makan di sekitar Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang. Meski mahasiswa Udinus masih menjalani masa Ujian Akhir Semester (UAS), Maman mengatakan warungnya telah merasakan penurunan pengunjung.
Namun demikian, Maman mengaku sudah terbiasa dengan sepinya lingkungan kampus saat musim liburan semester. Toh dalam setahun, hanya terjadi dua kali.
“Kalau hari biasa gitu bisa habis beras satu karung, kalau pas liburan semester masak nasi sekali juga belum tentu habis,” akunya.
Menjamurnya warung makan atau kafe di sekitar kampus Semarang
Lebih lanjut, Saifudin menyebut jika paska Pandemi COVID-19, persaingan warung makan menjadi lebih sengit. Menurutnya, saat ini warung makan, kafe atau tempat nongkrong kian menjamur di sekitar kampus.
Tempatnya yang dulu sebelum Pandemi COVID-19 dikenal mahasiswa dan ramai pengunjung tiap malamnya, kini mengalami penurunan.
“Kalau dulu lebih ramai, sekarang banyak tempat nongkrong baru,” imbuhnya.
Sementara itu, salah satu pemilik warung burjo di Semarang, Hendriansyah, mengatakan, membuka usaha di sekitar kampus menjadi peluang baru pasca COVID-19. Proses pembelajaran yang tidak lagi daring menjadikan mahasiswa menjadi target pasar yang menjanjikan.
BACA JUGA: Waduh, 11 Sekolah di Kota Semarang Tidak Punya Kepala Sekolah Tetap
Hendriansyah sendiri baru saja membuka satu cabang baru warung burjo di Tembalang pada akhir tahun 2023.
“Memang sekarang banyak warung makan baru, karena prospeknya cukup menjanjikan, tapi memang kalau nggak bisa bersaing ya bakal kalah,” ucapnya.(*)
Editor: Farah Nazila





