Gaya HidupJateng

Menjelajah Heritage Food Festival di Gang Warung Pecinan Semarang, Kuliner Lawas hingga Pernak-pernik jadi Buruan

×

Menjelajah Heritage Food Festival di Gang Warung Pecinan Semarang, Kuliner Lawas hingga Pernak-pernik jadi Buruan

Sebarkan artikel ini
Food Festival Pecinan Semarang
Suasana Heritage Food Festival yang ramai pengunjung berburu kuliner khas pecinan Semarang, Jumat, 25 September 2026 malem. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Suasana kawasan Pecinan Kota Semarang mulai ramai saat sore beranjak menuju malam dalam gelaran Heritage Food Festival di Gang Warung, Jumat, 25 September 2026.

Menjelang petang, pengunjung berlalu-lalang menyusuri kawasan Gang Warung untuk berburu aneka makanan yang tersedia di berbagai stan.

Sebagian pengunjung berjalan dari satu stan ke stan lainnya. Adapula yang memilih duduk di tempat yang telah tersedia sambil menikmati makanan yang mereka beli.

Festival tersebut menghadirkan beragam kuliner dari berbagai daerah dan makanan khas yang memiliki keterkaitan dengan kawasan Pecinan.

Sejumlah makanan yang tersedian jadi jajanan antara lain Bakpao Kelengan, Cakue Medan, Gudeg, tahu gimbal hingga Bakcang Suburan.

Selain makanan, pengunjung juga dapat menemukan berbagai pernak-pernik khas Pecinan. Di antaranya seperti topeng barongsai dan gantungan kunci dengan ornamen bernuansa Tionghoa.

Salah satu pengunjung, Dilla (26), mengatakan  datang ke Heritage Food Festival untuk mencari makanan yang unik dan jarang dia temui di tempat lain.

“Iya, aku tadi cari makanan-makanan yang unik aja sih sama yang kayaknya yang jarang ada di tempat-tempat lain,” katanya.

Dia mengaku sebelumnya pernah datang ke kawasan tersebut saat gelaran festival lain. Menurutnya, terdapat sejumlah perubahan pada jumlah stan kuliner dengan perbandingan beberapa tahun sebelumnya.

Dia mengingat sekitar tiga tahun lalu masih terdapat stan jasa tarot dalam festival di kawasan tersebut. Namun, stan semacam itu menurutnya kini sudah tidak lagi terlihat.

Meski begitu, dia menilai keberadaan stan aksesori bernuansa Imlek menjadi salah satu hal menarik dalam festival kali ini.

“Tadi aku sempat lihat ada orang yang jual aksesori Imlek, kayak gantungan-gantungan. Itu menarik sih karena katanya ada yang membawa makna keberuntungan, rezeki yang lancar dan lain-lain,” katanya.

Dalam kunjungannya kali ini, Dia baru membeli es liang teh Medan dan cakue. Dia masih berencana berkeliling untuk mencari makanan lain yang belum dia temukan.