“Tantangannya bukan lagi soal dana, tapi bagaimana cara menyalurkannya secara tepat. Kalau tidak hati-hati, potensi NPL akan tinggi. Inilah yang membuat Himbara bisa ‘pusing’ karena dana besar harus dibagi, tapi tetap harus menjaga prinsip kehati-hatian,” ungkap Westri.
“Pusing karena mereka dapat dana sekian, tolong dong bagi-bagi, tapi harus tepat. Kalau tidak tepat, justru bisa menimbulkan risiko sistemik di sektor keuangan,” pungkasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





