“Kalau dilarang gimana ya, kan kita juga nyari rezeki dari jualan thrift ini, harapannya nggak pelarangan lagi,” katanya.
Di sisi lain, Rosidi mengatakan bahwa hasil penjualan thrift secara offline belum sebanyak sebelum Pandemi Covid-19. Oleh karena itu, pihaknya kini juga memanfaatkan pemasaran secara online.
“Ikut event thrift gini sering, tapi emang belum seramai dulu. Makanya kami juga sekarang sering live di TikTok sama Instagram aja sih untuk ngakalinnya,” akunya.(*)
Editor: Farah Nazila





