“Harus ada pengajaran bahwa anak itu tumbuh untuk mempersiapkan masa depannya. Tidak mempertaruhkan masa depannya dengan aksi-aksi negatif yang saat ini,” tegas dia.
Adapun konsekuensinya seperti tak akan memeroleh SKCK jika pernah tercatat sebagai kriminal.
“Misalnya, tadi Kapolres menyampaikan dia [anak yang terlibat gangster] akan mendapat punishment, nanti tidak mendapatkan SKCK kalau dia melakukan kegiatan kriminal. Itu berarti masa depannya di pertaruhkan,” paparnya.
BACA JUGA: Semarang Darurat Gangster, Polisi Bakal Patroli Besar-besaran
Hal-hal seperti itu menurutnya harus tersampaikan dengan jelas kepada anak-anak usia sekolah.
“Agar mereka nanti saat melanjutkan sekolah, perguruan tinggi, atau bekerja, mereka tidak terhambat karena kesulitan mendapatkan SKCK,” tandas dia. (*)
Editor: Farah Nazila





