Sumanto berharap gerakan pengelolaan sampah dapat berawal dari satu rumah, kemudian meluas ke tingkat rukun tetangga (RT), hingga menjadi kebiasaan bersama masyarakat. Upaya tersebut dapat melalui sosialisasi dan pemilahan sampah pada pekan pertama, berlanjut dengan demonstrasi alat dan panduan pengolahan pada pekan kedua, kemudian pendampingan serta evaluasi pada pekan ketiga dan keempat.
Menurutnya, perubahan kebiasaan masyarakat menjadi kunci penting dalam mengatasi persoalan sampah. Dengan keterlibatan setiap rumah tangga, beban TPA dapat terkurangi dan sampah organik yang sebelumnya terbuang dapat warga manfaatkan kembali.
“Mulai dari rumah, bergerak bersama. Kalau sampah rumah tangga bisa kita selesaikan dari sumbernya, lingkungan akan lebih bersih dan manfaatnya bisa kita rasakan bersama,” pungkasnya. (*)
Editor: Ricky Fitriyanto





