SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Kota Semarang mempercepat persiapan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) di kawasan TPA Jatibarang.
Proyek Strategis Nasional (PSN) itu kini memasuki tahap lanjutan setelah proses seleksi investor yang Danantara kelola itu menunjukkan perkembangan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Glory Nasarani, mengatakan pemerintah pusat melalui Danantara masih menangani seluruh proses investasi dan pemilihan mitra pembangunan PSEL.
Saat ini, nama perusahaan asal Prancis, Veolia, telah muncul sebagai peraih notice of award atau kandidat teratas berdasarkan hasil proses lelang investasi.
Meski demikian, Glory menegaskan proses tersebut belum sepenuhnya selesai karena masih ada tahapan evaluasi lanjutan sebelum penetapan akhir.
“Kalau melihat informasi resmi di website Danantara, sudah ada notice of award untuk Veolia. Namun prosesnya belum final karena masih ada tahapan seleksi berikutnya. Jadi belum bisa kita pastikan 100 persen,” ujar Glory.
Menurut dia, Pemerintah Kota Semarang kini berfokus menyelesaikan seluruh kewajiban daerah agar proyek dapat langsung berjalan ketika investor resmi terpilih.
Pemkot telah menyiapkan lahan seluas sekitar 5 hingga 6 hektare yang berada tepat di sebelah TPA Jatibarang. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan akses jalan serta penataan elevasi lahan karena kondisi lokasi lebih tinggi daripada area TPA.
“Kami fokus memastikan kesiapan lahan, akses jalan, dan infrastruktur pendukung. Ibu Wali Kota juga sudah mengalokasikan anggaran untuk penyiapan akses menuju lokasi PSEL,” katanya.
BACA JUGA: Ada 23 TPA di Jateng Kena Sanksi Kementerian LH, DLHK: Salah Satunya Jatibarang Semarang
Glory menjelaskan pembangunan PSEL Semarang masuk dalam batch kedua proyek nasional pengolahan sampah menjadi energi listrik. Kota Semarang menjadi salah satu dari delapan daerah yang masuk tahap tersebut.
Karena statusnya sudah menjadi Proyek Strategis Nasional, seluruh pemerintah daerah di minta mempercepat pemenuhan persyaratan agar pembangunan tidak mengalami hambatan.
“Semua daerah yang masuk PSN didorong mempercepat prosesnya. Kami tinggal menunggu investor yang nanti Danantara tetapkan untuk mulai mengerjakan konstruksi,” jelasnya.





