Gaya Hidup

Naik Turun Lift 3 Jam Demi Rashford, Kisah Fan MU yang Sulap Rumahnya Jadi Mini Museum Manchester United

×

Naik Turun Lift 3 Jam Demi Rashford, Kisah Fan MU yang Sulap Rumahnya Jadi Mini Museum Manchester United

Sebarkan artikel ini
Manchester United
Roby saat menunjukkan koleksi tanda tangan pemain Manchester United di rumahnya. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kecintaan seseorang terhadap klub sepak bola terkadang melahirkan cerita yang sulit ԁipercaya. Bagi Roby Susetyo Wibowo, pemilik Pusat Jersey Semarang, menjadi pendukung Manchester United bukan sekadar soal menonton pertandingan. Selama hampir tiga dekade, ia mengubah hobinya menjadi perjalanan berburu memorabilia hingga menyulap satu kamar di rumahnya menjadi mini museum Manchester United.

Menariknya, kecintaan itu justru berawal dari sebuah momen yang sangat sederhana. Roby mengaku dulu bukan penggemar sepak bola. Bahkan, ia lebih menyukai basket dan menganggap sepak bola sebagai olahraga yang membosankan.

Semuanya berubah pada pertengahan 1990-an ketika ia tanpa sengaja berhenti beberapa detik saat mengganti saluran televisi.

“Waktu ganti channel, kebetulan Manchester United sedang mencetak gol. Saya lihat sekitar enam atau tujuh detik saja. Jersey merahnya menarik, golnya juga bagus. Dari situ saya mulai cari tahu Manchester United sampai akhirnya jadi suka,” kenangnya kepada beritajateng.tv belum lama ini.

Rasa kagum itu terus tumbuh hingga melahirkan koleksi yang kini mencapai ratusan item. Satu kamar di rumahnya ԁisulap menjadi ruang koleksi yang ԁipenuhi berbagai merchandise resmi Manchester United.

Bukan hanya jersey, hampir semua benda bertema Setan Merah berhasil ia kumpulkan.

“Selain jersey saya juga koleksi merchandise. Mulai pulpen, penggaris, kalkulator, bola golf, botol susu, sikat gigi, skateboard sampai dart. Macam-macam sekali,” ujarnya.

BACA JUGA: Kesalahan Besar Manchester United? Marcus Rashford yang Dipinjamkan Kini Bersinar di Barcelona

Sebagian besar koleksi tersebut memiliki nilai sentimental karena ԁitandatangani langsung oleh para pemain Manchester United.

Bagi Roby, mendapatkan tanda tangan pemain bukan perkara membeli barang di pelelangan. Ia memilih berburu langsung setiap Manchester United menjalani tur pramusim di Asia.

Agar peluang bertemu lebih besar, ia sengaja menginap di hotel yang sama dengan skuad Manchester United.

Strateginya sederhana, tetapi membutuhkan kesabaran luar biasa. Ia menunggu para pemain di area lift, kolam renang, pusat kebugaran hingga restoran hotel.

Pengalaman paling berkesan terjadi saat tur Manchester United di Beijing pada 2016. Selama hampir tiga jam, Roby naik turun lift hanya untuk menunggu kesempatan bertemu pemain.

“Memang sengaja nunggu di lift. Pemain pasti keluar untuk ke gym, kolam renang, spa atau makan. Saya naik turun lift hampir tiga jam,” katanya.

Kesabarannya akhirnya terbayar. Hari itu ia berhasil memperoleh tanda tangan Marcus Rashford yang saat itu masih mengenakan nomor punggung 39, Phil Jones, Henrikh Mkhitaryan hingga Timothy Fosu-Mensah.

BACA JUGA: Pemburu Autograf Andreas Junian, Kolektor 1.500 Kartu dan 300 Jersey Bola

Meski demikian, tidak semua perburuan berjalan mulus. Wayne Rooney yang juga ԁitemuinya saat itu menolak memberikan tanda tangan maupun berfoto.

Selama berburu ke berbagai negara seperti Malaysia, Thailand, Australia, China hingga Inggris, Roby telah bertemu banyak legenda Manchester United.

David Beckham, Ryan Giggs, Paul Scholes, Roy Keane, Gary Neville, Peter Schmeichel hingga Dwight Yorke pernah ia temui secara langsung. Dari semua koleksi, tanda tangan David Beckham menjadi yang paling berkesan.

“Pertama kali tentu Beckham yang paling membekas,” ujarnya.

Sementara pemain yang paling sulit ԁitemui adalah David de Gea. Roby mengaku enam kali berburu tanda tangan mantan kiper Manchester United tersebut, tetapi selalu gagal. Baru pada 2019 di Australia, usahanya membuahkan hasil.

“Saya sudah enam kali gagal. Baru di Australia akhirnya bisa dapat tanda tangan De Gea,” katanya sambil tertawa.

Bagi Roby, setiap tanda tangan yang menghiasi mini museum di rumahnya bukan sekadar koleksi bernilai tinggi, melainkan kenangan dari perjalanan panjang mengejar para idola yang telah mewarnai hidupnya sejak hampir 30 tahun lalu. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp