SEMARANG, beritajateng.tv – Kecintaan seseorang terhadap klub sepak bola terkadang melahirkan cerita yang sulit ԁipercaya. Bagi Roby Susetyo Wibowo, pemilik Pusat Jersey Semarang, menjadi pendukung Manchester United bukan sekadar soal menonton pertandingan. Selama hampir tiga dekade, ia mengubah hobinya menjadi perjalanan berburu memorabilia hingga menyulap satu kamar di rumahnya menjadi mini museum Manchester United.
Menariknya, kecintaan itu justru berawal dari sebuah momen yang sangat sederhana. Roby mengaku dulu bukan penggemar sepak bola. Bahkan, ia lebih menyukai basket dan menganggap sepak bola sebagai olahraga yang membosankan.
Semuanya berubah pada pertengahan 1990-an ketika ia tanpa sengaja berhenti beberapa detik saat mengganti saluran televisi.
“Waktu ganti channel, kebetulan Manchester United sedang mencetak gol. Saya lihat sekitar enam atau tujuh detik saja. Jersey merahnya menarik, golnya juga bagus. Dari situ saya mulai cari tahu Manchester United sampai akhirnya jadi suka,” kenangnya kepada beritajateng.tv belum lama ini.
Rasa kagum itu terus tumbuh hingga melahirkan koleksi yang kini mencapai ratusan item. Satu kamar di rumahnya ԁisulap menjadi ruang koleksi yang ԁipenuhi berbagai merchandise resmi Manchester United.
Bukan hanya jersey, hampir semua benda bertema Setan Merah berhasil ia kumpulkan.
“Selain jersey saya juga koleksi merchandise. Mulai pulpen, penggaris, kalkulator, bola golf, botol susu, sikat gigi, skateboard sampai dart. Macam-macam sekali,” ujarnya.
BACA JUGA: Kesalahan Besar Manchester United? Marcus Rashford yang Dipinjamkan Kini Bersinar di Barcelona
Sebagian besar koleksi tersebut memiliki nilai sentimental karena ԁitandatangani langsung oleh para pemain Manchester United.
Bagi Roby, mendapatkan tanda tangan pemain bukan perkara membeli barang di pelelangan. Ia memilih berburu langsung setiap Manchester United menjalani tur pramusim di Asia.
Agar peluang bertemu lebih besar, ia sengaja menginap di hotel yang sama dengan skuad Manchester United.
Strateginya sederhana, tetapi membutuhkan kesabaran luar biasa. Ia menunggu para pemain di area lift, kolam renang, pusat kebugaran hingga restoran hotel.





