Ziarah kubur memang ada anjurannya dalam Islam sebagai pengingat kematian. Namun, menjadikannya sebagai ritual khusus saat Idul Fitri tidak memiliki dasar yang kuat dalam syariat, sehingga sebaiknya tidak terkhususkan hanya pada hari raya.
4. Berlebihan dalam Merayakan
Perayaan Lebaran sering terwarnai sikap berlebih-lebihan, seperti pemborosan makanan, pakaian, atau hiburan. Padahal, Islam mengajarkan kesederhanaan dan melarang sikap berlebihan (israf) dalam segala hal.
5. Lalai dari Ibadah Setelah Ramadhan
Banyak orang mengalami penurunan kualitas ibadah setelah Ramadhan berakhir. Padahal, salah satu tanda diterimanya amal adalah konsistensi dalam beribadah, meskipun tidak sebesar saat Ramadhan.
6. Silaturahmi Hanya Sebagai Formalitas
Tradisi saling bermaafan sering dilakukan tanpa kesungguhan hati. Padahal, esensi silaturahmi adalah memperbaiki hubungan, menghilangkan dendam, dan mempererat ukhuwah secara tulus.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Marilah kita jadikan Idulfitri sebagai titik awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Pertahankan ibadah, perbanyak amal saleh, dan jaga hubungan baik dengan sesama.
BACA JUGA: 10 Inspirasi Tema Ceramah Ramadhan Singkat yang Penuh Hikmah
Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan memberikan kesempatan untuk bertemu kembali dengan Ramadhan di masa mendatang.
Taqabbalallahu منا ومنكم، تقبل يا كريم.
Penutup
Naskah khutbah Idul Fitri ini dapat menjadi panduan bagi khatib dalam menyampaikan pesan yang relevan dan menyentuh. (*)





