BLORA, 27/3 (beritajateng.tv) – Jika biasanya penanda buka puasa adalah suara adzan, namun berbeda dengan yang ada di Blora Jawa Tengah.
Warga Blora menggunakan suara sirine sebagai penanda waktu buka puasa. Konon sirine tersebut merupakan peninggalan jaman Belanda yang awalnya berfungsi sebagai penanda jika ada musuh datang.
Kini seiring berjalannya waktu, tiang sirine tersebut dijadikan Pemerintah Kabupaten Blora sebagai penanda waktunya berbuka puasa.
Selain untuk penanda buka puasa, sirine ini juga dibunyikan saat perayaan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Sebagai warga kota Blora mungkin sudah tidak asing lagi dengan tiang sirine yang berada di sebelah barat rumah Dinas Bupati.
Ya, tiang sirine inilah satu satunya penanda waktu berbuka puasa bagi warga di wilayah kota Blora. Warga menyebut suara sirine tersebut dengan sebutan Nguk, sebutan ini sesuai dengan suara yang keluar.
Kasubbag rumah tangga Setda Blora Sukandar mengatakan, tiang sirine tersebut mulai dijadikan penanda buka puasa sejak tahun 1979.
“Karena usinya yang sudah tua, kini kekuatan suara sirine sudah mulai melemah,” kata Sukandar, Senin (27/3/2023)
Ditambahkan Sukandar, tiang sirine setinggi lima belas meter tersebut terbuat dari besi. Bagian atasnya berbentuk bulat yang berisi sejumlah kumpuran.
“Seminggu menjelang Ramadhan kumparannya, biasanya dilakukan pengecekan oleh petugas. Ini untuk memastikan sirine tersebut dapat berfungsi atau tidak,” jelasnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





