Pendidikan

Orang Tua Ngaku Pejabat dan Minta Tolong saat SPMB, SMAN 1 dan SMAN 3 Semarang Tegas Menolak

×

Orang Tua Ngaku Pejabat dan Minta Tolong saat SPMB, SMAN 1 dan SMAN 3 Semarang Tegas Menolak

Sebarkan artikel ini
SPMB Pejabat
Suasana daftar ulang di SMAN 3 Semarang, Selasa, 23 Juni 2026 sore. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Praktik titip-menitip calon murid dengan membawa nama pejabat rupanya masih mewarnai pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.

Bahkan, dua sekolah favorit di Kota Semarang, yakni SMAN 1 Semarang dan SMAN 3 Semarang, mengaku masih menerima telepon maupun permintaan bantuan dari wali murid yang mengatasnamakan pejabat atau anggota dewan.

Meski demikian, kedua sekolah menegaskan seluruh proses penerimaan berlangsung melalui sistem sehingga tidak ada ruang untuk praktik titipan.

Ketua SPMB SMAN 1 Semarang, Budi Handoyo, mengakui masih ada sejumlah orang tua yang mencoba meminta bantuan dengan membawa nama pejabat. Namun pihak sekolah menegaskan seluruh proses penerimaan murid mengikuti sistem yang telah ditetapkan.

“Ya, ada. Cuman kan ya apa pun juga kan kami sampaikan bahwa ‘no titip, no jastip’. Sesuai dengan sistem aplikasinya sudah bagus,” ujar Budi Handoyo saat beritajateng.tv jumpai di aula SMAN 1 Semarang.

Menurut pengakuannya, jumlah wali murid yang mencoba melakukan pendekatan semacam itu tidak banyak. “Enggak sampai belasanlah, di bawah 10,” tutur Budi.

BACA JUGA: Ramai Soal Titip Siswa ke DPRD, Rahmulyo: Kami Tak Bisa Intervensi SPMB

Budi menjelaskan sistem SPMB saat ini sudah jauh lebih ketat dibanding beberapa tahun sebelumnya.

Seluruh proses penerimaan berlangsung berdasarkan hasil seleksi dalam aplikasi sehingga sekolah tidak memiliki kewenangan menambah kuota di luar ketentuan.

“Mulai tahun lalu sudah secara aplikasi itu jelas. Nanti kalau ada yang mengundurkan diri ya cadangan bagi kami itu. Itu bagus,” ujarnya.

Ia menambahkan seluruh jalur penerimaan di SMAN 1 Semarang tahun ini juga terpenuhi sesuai kuota sehingga hampir tidak ada celah untuk praktik penyusupan.

“Mutasi terpenuhi, prestasi terpenuhi semua. Jadi hampir yang potensial ya hampir enggak ada karena terpenuhi semua,” kata Budi.

“Alhamdulillah nanti aman. Lancar sistemnya juga, aplikasinya lancar,” tandas Budi.

Pihak SMAN 3 Semarang Juga Akui Terima Telepon “Minta Tolong” dari Pejabat, Tanya “Jalur Lain” SPMB