Pengakuan serupa datang dari Wakil Kepala Kesiswaan SMAN 3 Semarang, Achmad Fauzan. Ia menyebut masih ada sejumlah orang yang menghubungi sekolah untuk meminta bantuan agar anaknya bisa diterima.
Namun, Fauzan menegaskan pihak sekolah tidak bisa mengakomodasi permintaan tersebut karena seluruh proses seleksi berlangsung berdasarkan sistem.
“Sama [dengan SMAN 1 Semarang], kalau di kami tidak ada [yang menitip]. Karena kan sekarang by system, namun yang telepon itu banyak. Tapi kan karena sekarang by system jadi kami juga enggak bisa,” ujar Fauzan saat beritajateng.tv jumpai di ruang guru SMAN 3 Semarang.
Ia mengatakan, sebagian penelepon mengaku memiliki hubungan dengan pejabat maupun menjadi pejabat itu sendiri, dan berharap memperoleh jalur khusus di luar mekanisme yang tersedia.
BACA JUGA: Banyak SD Negeri Semarang Kekurangan Murid, Disdik Perpanjangan SPMB Gelombang Lanjutan
“Iya, betul. Ngaku-ngaku dan minta tolong [bertanya], ‘Ada jalur yang lain enggak ya?’ Ya jalurnya hanya empat itu kan,” kata Fauzan
Meski menerima berbagai permintaan bantuan, Fauzan memastikan tidak ada praktik titipan dalam pelaksanaan SPMB di SMAN 3 Semarang.
Dengan sistem seleksi yang seluruhnya berbasis aplikasi, baik SMAN 1 maupun SMAN 3 Semarang memastikan peluang masuk sekolah tidak lagi ditentukan oleh kedekatan dengan pejabat ataupun rekomendasi pihak tertentu, melainkan murni berdasarkan hasil seleksi sesuai jalur yang dipilih calon murid.
“Iya, enggak ada, enggak ada [titip menitip],” pungkas Fauzan. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





