SEMARANG, beritajateng.tv – Pengusaha angkutan umum di Jawa Tengah menghadapi tekanan berat akibat kenaikan biaya operasional dan terus menurunnya jumlah penumpang. Organda Jawa Tengah pun mendorong pemerintah memberikan subsidi transportasi sebagai solusi menjaga keberlangsungan angkutan umum.
Ketua Organda Jawa Tengah, Hadi Mustofa, mengatakan kondisi usaha angkutan penumpang maupun barang saat ini semakin sulit. Pelemahan nilai tukar rupiah membuat harga suku cadang kendaraan terus naik.
“Harga aki yang sebelumnya sekitar Rp700 ribu sampai Rp1 juta, sekarang sudah mencapai Rp1,3 juta bahkan lebih,” ujarnya saat beritajateng.tv konfirmasi, Sabtu 23 Mei 2026.
Selain aki, kenaikan harga juga terjadi pada komponen lain seperti ban, van belt, dan oli. Di sisi lain, jumlah penumpang angkutan umum terus berkurang karena masyarakat lebih memilih menggunakan sepeda motor.
BACA JUGA: Organda Dorong Zero ODOL, Minta Pemerintah Tak Hanya Tindak Sopir di Jalan
Menurut Hadi, kemudahan kredit kendaraan membuat kepemilikan sepeda motor semakin meningkat dan berdampak langsung pada turunnya pengguna transportasi umum.
“Pendapatan pengusaha angkutan umum turun sekitar 20 persen,” jelasnya.
Ia menyebut anggota Organda di Jawa Tengah mencapai puluhan ribu orang yang tersebar di 35 kabupaten/kota. Dampak penurunan pendapatan tersebut tidak hanya dirasakan pengusaha angkutan, tetapi juga awak kendaraan umum.
Karena itu, Organda berharap pemerintah daerah dapat mengalokasikan sebagian penerimaan opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) untuk subsidi transportasi umum.
“Tidak perlu besar, cukup 2,5 persen dari penerimaan opsen sudah sangat membantu pengusaha angkutan umum,” tegasnya.
Hadi mencontohkan program subsidi transportasi yang pernah dijalankan bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang melalui layanan angkutan gratis bagi pelajar di wilayah pinggiran.
BACA JUGA: Tanggapi Soal ASN Ngantor Naik Transportasi Umum, Organda Semarang Harap Tak Sekadar Imbauan
Program tersebut ternilai mampu membantu masyarakat yang minim akses transportasi sekaligus menjaga keberlangsungan usaha angkutan umum.





