“Ini adalah karya yang menandai pembukaan pameran, beliau Gus Mus membuat huruf ‘ba’ yang merupakan awal dari doa ‘bismillah’, beliau berulang kali menyampaikan harapan mahrojan sebagai ruang kebudayaan akan terus eksis kedepannya,” jelas Abdullah.
BACA JUGA:Menikmati Seni Menarik Teh dan Kopi di Kedai Tarik Pa’Ngah Semarang
Sementara itu, salah satu pengunjung pameran seni rupa Fikri (22) mengaku sangat terkesan akan karya-karya yang terpamerkan. Terlebih, ia merupakan mahasiswa salah satu perguruan tinggi Islam di Semarang.
“Lukisan yang ada seakan mengajak untuk berdialog. Semoga pameran ini bisa diadakan lagi dan melibatkan banyak sekali seniman lintas agama, daerah, dan budaya,” ujar pengunjung pameran seni rupa dalam Festival Mahrojan itu.(*)
Editor: Farah Nazila





