Dalam sambutannya, Sarif juga menyinggung peran besar para ulama sepuh Nahdlatul Ulama (NU) dalam sejarah berdirinya PKB pada 1999 silam. Ia mengatakan, kekuatan utama PKB sejak awal bukan terletak pada elite politik maupun kekuatan uang, namun doa dan perjuangan para kiai.
Sarif mengaku sempat mendapat pesan langsung dari ulama sepuh KH Munif Zuhri saat bersilaturahmi pada momentum Lebaran lalu. Dalam pertemuan tersebut, kata dia, K.H. Munif Zuhri meminta seluruh kader PKB kembali merekatkan hubungan dengan para ulama.
“Mbah Munif mengingatkan kita saat sowan pada Lebaran. ‘Nyuwun tulung, kita kuatkan kembali, kita rekatkan kembali para kiai kita, kita sowani kembali. Dawuhe nopo Kiai? Apa yang bisa kita lakukan? Kulo nyuwun doane para Kiai,’” kata Sarif.
K.H. Munif Zuhri, kata Sarif, bahkan menyatakan siap kembali turun membantu perjuangan PKB menjelang kontestasi politik mendatang.
BACA JUGA: Daftar Kandidat Ketua DPC PKB Semarang Mengerucut, Ini Nama-Namanya
“Sesuk Mas, bismillah aku meh mlaku-mlaku maneh. Bismillah aku meh siap muter maneh,” ujar Sarif menirukan pesan K.H. Munif Zuhri.
Sarif mengaku ucapan tersebut langsung mengingatkannya pada perjuangan para ulama saat membesarkan PKB pada awal reformasi 1999 silam.
“Saat 1999 partai ini yang menggendong itu siapa? Bukan saya, bukan Sarif, bukan Pak Sukirman. Dan bukan jenengan semua yang sekarang jadi ketua DPRD, bupati, wakil bupati, tapi beliau para kiai-kiai, para sesepuh yang berdoa dengan tetesan air mata sehingga PKB 1999 berdiri sampai sekarang,” tutur Sarif.
PKB Jateng Mulai Seleksi Ketua DPC untuk Masa Bakti 2026-2031
Selain mengukuhkan Masura, Muspimwil PKB Jawa Tengah juga menjadi momentum penandatanganan komitmen calon ketua DPC PKB se-Jawa Tengah untuk masa bakti 2026-2031.
Sarif mengatakan, proses konsolidasi internal partai mulai berjalan melalui tahapan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) bagi para calon ketua DPC. Menurutnya, antusiasme kader dalam proses penjaringan tersebut cukup tinggi.





