Pancasila Perlu Dikenalkan ke Anak-anak Sejak Dini

Para narasumber dalam dialog Aspirasi Jateng "Pancasila di Era Digital” di Studio TATV Solo. (ricky fitriyanto)

SOLO, 25/6 (beritajateng.tv) – Pancasila perlu diperkenalkan kepada anak-anak sejak dini. Dengan begitu, anak bisa dibekali pendidikan karakter yang ada pada nilai-nilai Pancasila.

Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono mengatakan, di dalam Pancasila mengandung lima nilai pengajaran yang tinggi mulai ketuhanan, kemanusiaan, musyawarah, persatuan dan nilai sosial.

Dengan demikian, anak akan terdidik menjadi respek, empati, dan simpati di tengah kehidupan yang beragam. Pancasila, lanjutnya, telah teruji melintasi zaman. Bahkan bisa mampu menjawab tantangan bangsa ke depan.

“Pancasila sudah teruji sampai sekarang. Bagi saya, Pancasila sudah menjadi aktualisasi dan reaktualisasi bangsa,” katanya dalam dialog Aspirasi Jateng “Pancasila di Era Digital” di Studio TATV Solo, belum lama ini.

Dia menambahkan, dengan mendidik serta mengenalkan anak tentang Pancasila, maka pintu yang menjadi masuknya doktrin-doktrin dari luar Indonesia bisa terbendung.

“Sekarang ini mulai muncul intoleransi, radikalisme, politik identitas, maka diperlukan semangat ber-Pancasila yang bisa menangkal semuanya,” ujarnya dalam dialog yang dipandu Host Bona Ventura Sulistiana dan Co Host Tiarasita tersebut.

Kepala Badan Kesbangpolinmas Jateng Haerudin menyatakan, secara keseluruhan kondisi Jateng sangat kondusif. Hanya saja, dalam beberapa tahun terakhir ini muncul “virus” yang berseberangan dengan nilai Pancasila.

Bahkan ujaran kebencian juga mulai menggejala. Karenanya, dibutuhkan antisipasi dari semua pihak

“Ujaran kebencian dibiarkan dan dipupuk, bisa menjadi masuknya intoleransi, radikalisme sehingga muncul diskriminasi, saling membenci. Ini yang harus dihalau,” ungkapnya.

Dekan FISIP Univet Surakarta Yoto Widodo melihat masalah informasi dan pendidikan menjadi hal terpenting dalam menanggulangi paham-paham yang berseberangan dengan Pancasila.

Seiring dengan perkembangan informasi digital, informasi menjadi pintu dari segala penyimpangan paham. Selain itu, bila pendidikan lemah dalam membentengi dan menanggulangi paham intoleransi, radikalisme tentu tidak membutuhkan waktu lama untuk Indonesia untuk berubah.

“Saya berpendapat jaga dan rawatlah Pancasila. Pendidikan harus dikuatkan, pun dengan informasi yang begitu deras agar bisa ditangkal,” katanya. (*)

editor: ricky fitriyanto

Leave a Reply

Your email address will not be published.