SEMARANG, beritajateng.tv – Dukung ketahanan pangan, Polres Semarang melaksanakan panen jagung kwartal II 2025 di area kebun PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX, Kelurahan Ngobo, Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang.
Dari 5,5 hektare luas lahan tanaman jagung yang dipanen kali ini mampu menghasilkan 3,3 ton jagung per hektare. Sehingga, prognosa hasil panen jagung pada kwartal II ini mencapai lebih dari 18 ton.
Kapolres Semarang, AKBP Ratna Quratul Ainy, mengungkapkan produktifitas ini juga ditopang oleh penggunaan pupuk produksi anggota perekrutan Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) Polri bidang pertanian.
BACA JUGA: Bupati Blora Pimpin Panen Raya Padi Organik, Dorong Pertanian Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan
Pasalnya, dalam upaya mendukung program ketahanan pangan Pemerintah, Polri telah melakukan perekrutan personel Bakomsus, baik bidang pertanian, peternakan, maupun perikanan.
Beberapa waktu yang lalu, anggota Bakomsus Polri tersebut juga hadir di wilayah Kabupaten Semarang untuk mengimplementasikan kemampuan mereka pada penanaman jagung di kebun PTPN IX Ngobo.
“Salah satunya berupa pembuatan pupuk yang digunakan pada kebun jagung yang dipanen kali ini,” jelas Kapolres di Ungaran, Kabupaten Semarang, Selasa, 3 Juni 2025.
Turut panen jagung, Polres Semarang: Polri juga penggerak ketahanan pangan
AKBP Ratna juga menyampaikan, Polri hadir bukan hanya untuk menjaga dan memelihara kamtibmas di tengah masyarakat. Namun, juga sebagai penggerak ketahanan pangan sesuai instruksi Presiden RI.
Hal itu untuk mendorong terwujudnya Indonesia yang berdaulat di bidang pangan. “Oleh karena itu Polri dalam hal ini juga menjadi penggerak penanaman jagung melalui sinergi dengan PTPN IX,” tegas Ratna.
Sementara itu, Bupati Semarang Ngesti Nugraha yang juga hadir dalam kegiatan panen jagung ini memberi apresiasi atas bantuan dan dukungan Polres Semarang. Terutama, dalam membantu masyarakat di wilayah Ngobo dan sekitarnya.
BACA JUGA: Singgung Ancaman Krisis Pangan, Sumanto Dukung Budidaya Jagung Jadi Makanan Pengganti Beras





