Selain mendorong peningkatan produksi, Agustina menekankan pentingnya diversifikasi pangan. Masyarakat perlu memperluas pilihan sumber karbohidrat, tidak hanya bergantung pada beras, tetapi juga memanfaatkan ubi jalar, singkong, dan jagung.
Pengembangan komoditas lokal tersebut dapat membantu memperkaya pilihan konsumsi rumah tangga. Di sisi lain, budidaya tanaman pangan di lingkungan perkotaan memberi kesempatan bagi warga untuk mengenal dan memanfaatkan sumber pangan alternatif.
Ubi jalar juga memiliki peluang pengembangan yang lebih luas melalui pengolahan hasil panen. Komoditas ini dapat di olah menjadi keripik, tepung, kue, dan berbagai produk pangan lainnya.
Agustina menilai, pengolahan hasil panen dan pemasaran perlu menjadi bagian dari pengembangan urban farming. Dengan demikian, warga berpeluang memperoleh nilai tambah dari hasil budidaya, bukan hanya menjual komoditas dalam bentuk segar.
“Ketika produksi pertanian terhubung dengan pengolahan dan pasar, urban farming dapat menjadi bagian dari penguatan ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat,” kata Agustina. (*)





