PAUD Generasi Emas, PAUD Gratis dan Tanpa Kelas Bagi Anak-anak Kurang Mampu di Semarang

Anak-anak PAUD Generasi Emas tampak ceria meski belajar dengan segala keterbatasan. /Foto: Ellya.

SEMARANG, 4/11 (BeritaJateng.tv) – Meski dengan segala keterbatasan, puluhan anak-anak terlihat ceria saat mengikuti pembelajaran di Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Generasi Emas.

PAUD tersebut memanfaatkan bangunan relokasi Barito Baru yang ada di kawasan Masjid Agung Jateng (MAJT). Meski tanpa kelas, namun pembelajaran PAUD tersebut seperti halnya PAUD kebanyakan. Para pelajar yang mengikuti pembelajaran merupakan anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Para pelajar yang mengikuti pembelajaran di PAUD Generasi Emas juga tak mengenakan seragam dan sepatu. Namun keterbatasan tersebut tak menjadikan halangan bagi mareka untuk menuntut ilmu.

Satu di antaranya Sela Ayu Revarel (6) yang bercita-cita menjadi seorang guru. Gadis kecil itu nampak semangat saat mengikuti pembelajaran.

“Paling suka saat belajar menulis, di sini juga banyak teman jadi semakin semangat untuk belajar,” terangnya malu-malu, Jumat (4/11/2022).

Dari pukul 09.00 WIB Sela mengikuti pembelajaran bersama rakan-rekannya dan selesai pada 11.30 WIB. Setelah mengikuti rangkaian kegiatan pembelajaran, Sela mengaku tak sabar untuk kembali belajar di PAUD tersebut.

“Sebelum ke sini saya bantu ibu dulu cari rosok di pasar, setelah cukup saya diantara ayah ke sini,” terangnya.

Sela merupakan satu dari 35 siswa yang belajar di PAUD Generasi Emas, PAUD tersebut sudah berjalan selama 2 tahun di bangunan relokasi Barito Baru.

Adapun para pelajar meninggalkan lokasi satu-persatu usai proses pembelajaran. Sejumlah orang tua juga sudah menunggu tak jauh dari lokasi PAUD.

Adanya PAUD Generasi Emas dikatakan beberapa orang tua murid sangat membantu, lantaran PAUD tersebut tak memungut biaya ke orang tua siswa.

“Kami tidak mampu kalau disuruh bayar, apalagi sekarang biaya PAUD mahal bisa Rp 2 juta ke atas. Adanya PAUD ini sangat membantu kami,” jelas Ming Wariani (37) satu di antara orang tua siswa.

Hasil dari pekerjaannya sebagai pencari barang bekas dikatakan Ming tak cukup untuk menyekolahkan anaknya ke PAUD.

“Sudah 6 bulan anak saya belajar di PAUD Generasi Emas, meski dari keluarga kurang mampu namun sebagia orang tua, saya ingin anak saya berpendidikan,” paparnya.

Terpisah, Tri Lestari Pengelola PAUD Generasi Emas menjelaskan, sejak PAUD tersebut berdiri pada 2019 sudah meluluskan 6 anak yang kini belajar di bangku sekolah dasar.

“Awalnya kami hanya membuka les gratis untuk anak-anak kurang mampu, namun melihat fakta bahwa banyak anak kurang mampu tak sekolah membuat saya dan teman-teman memutuskan membuka PAUD,” jelasnya.

Diterangkan Tri, anak-anak yang belajar di PAUD Generasi Emas juga mendapat ijazah yang bisa digunakan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

“Kami disokong oleh Yayasan Emas Indonesia, sampai sekarang PAUD Generasi Emas ada di dua lokasi selain di bangunan relokasi Barito Baru ada juga di Gunung Brintik Kota Semarang, waktu pembelajaran Selasa, Rabu dan Jumat,” imbuhnya.

Ditambahkan Tri, memenuhi hak dasar anak yaitu pendidikan menjadi visi PAUD Generasi Emas.

“Kami tidak memungut biaya dalam praktek pembelajaran, kami hanya ingin anak-anak kurang mampu bisa mengenyam pendidikan karena mereka juga generasi penerus bangsa,” tambah Tri yang dibantu 7 pengajar di PAUD Generasi Emas. (Ak/El)

Leave a Reply